KETIK, BONDOWOSO – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso melakukan silaturahim dengan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, di Pendopo Kabupaten pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara NU dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan masyarakat.
Konfercab XXIV PCNU Bondowoso dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 di Pondok Pesantren Nurul Ulum dan akan dirangkai dengan kegiatan Istighosah Kubro yang melibatkan ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Bondowoso.
Dalam rombongan PCNU Bondowoso hadir Rais Syuriah PCNU Bondowoso, KH Junaidi Mukti, Ketua Tanfidziyah KH Abdul Qodir Syam, Ketua Organizing Committee (OC) H Zainuddin, serta Ketua Steering Committee (SC) KH Masud Ali bersama jajaran panitia lainnya.
Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH Junaidi Mukti berharap Konfercab XXIV dapat berjalan lancar dan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah KH Abdul Qodir Syam secara langsung mengundang Bupati Bondowoso untuk hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan konferensi hingga pelaksanaan Istighosah Kubro.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas peran besar NU dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat, terutama di tengah kondisi yang dinilai semakin dinamis dan penuh tantangan.
Menurutnya, NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga benteng sosial yang selama ini hadir mendampingi masyarakat hingga ke tingkat bawah.
“Untuk konferensi cabang, saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan pengurus cabang menghasilkan kebijakan-kebijakan yang sesuai kebutuhan zaman, antisipatif dan melahirkan kepemimpinan yang juga sesuai dengan kebutuhan serta mendapat ridha Allah dalam mengayomi masyarakat,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Ia juga menegaskan bahwa NU memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Bondowoso karena selama ini aktif mengayomi warga dalam berbagai kondisi.
“Saya kira untuk Bondowoso ini pemerintah formal ada, tetapi yang mengopeni dan mengayomi masyarakat di tataran bawah itu adalah NU. Saya titip kepada NU bagaimana masyarakat kita dapat terayomi ke depan dalam kondisi apa pun masyarakat bisa tetap tegar,” katanya.
Ketua OC Konfercab XXIV, H Zainuddin, mengatakan panitia kini terus mematangkan seluruh persiapan teknis maupun substansi acara agar pelaksanaan konferensi berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.
Menurutnya, Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat khidmah NU kepada umat dan masyarakat Bondowoso.
Hal senada disampaikan Ketua SC KH Masud Ali. Ia menilai Konfercab harus menjadi ruang musyawarah strategis yang mampu melahirkan gagasan visioner dalam menjawab tantangan sosial, pendidikan, hingga persoalan keumatan di masa depan.
“Konfercab harus menjadi ruang musyawarah yang melahirkan kepemimpinan visioner, menjaga tradisi, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya. (*)
