Puncak Musim Kemarau, Suhu Udara di Surabaya Capai 36–38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 21:53 23 Okt 2026 21:53

Samsul HM, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Puncak Musim Kemarau, Suhu Udara di Surabaya Capai 36–38 Derajat Celsius

Ilustrasi cuaca panas (Foto: Magnific)

KETIK, SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo, mencatat suhu udara di Kota Surabaya mencapai 36–38 derajat Celsius selama dua hari pada puncak musim kemarau. Kondisi tersebut terpantau pada Rabu dan Kamis, 21 dan 22 Oktober 2026.

Pada musim kemarau, berkurangnya tutupan awan dan curah hujan membuat sinar matahari lebih optimal mencapai permukaan bumi. Akibatnya, suhu udara meningkat dan udara tetap terasa gerah, termasuk pada malam hari.

“Permukaan tanah dan bangunan menyerap serta menyimpan panas sehingga suhu udara pada siang hari meningkat,” kata Andrie Wijaya, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, Kamis, 22 Oktober 2026.

Andrie menjelaskan, peningkatan suhu di Surabaya juga dapat diperkuat oleh efek urban heat island. Fenomena ini menyebabkan kawasan perkotaan cenderung lebih panas akibat dominasi bangunan, jalan beraspal, serta terbatasnya ruang terbuka hijau.

Menurut Andrie, BMKG memprediksi awal musim hujan di Jawa Timur berlangsung pada awal Desember 2026. Dari total 74 Zona Musim (Zom) di Jawa Timur, sebanyak lima Zom diprakirakan memasuki musim hujan pada November, 68 Zom pada Desember, dan satu Zom pada Januari 2027.

Wilayah yang diprakirakan memasuki musim hujan pada dasarian III November meliputi Kabupaten Ponorogo, Magetan, Bojonegoro, dan Ngawi yang mencakup Zom 281 dan 289.

Selain itu, awal musim hujan juga diprakirakan terjadi di wilayah Zom 291, yakni Kota Kediri serta sebagian Kabupaten Kediri, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo. 

Wilayah lainnya adalah bagian barat Kabupaten Banyuwangi yang termasuk Zom 335 serta bagian barat Kabupaten Bangkalan yang masuk Zom 337.

Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah-wilayah tersebut diprakirakan mengalami awal musim hujan lebih dahulu dibandingkan daerah lainnya. Hal ini terjadi karena waktu peralihan musim berbeda-beda di setiap zona.

Hujan yang terjadi di suatu wilayah dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, ketersediaan uap air, pola angin, serta kondisi geografis dan topografi setempat. Namun, wilayah yang lebih dahulu mengalami hujan belum tentu langsung dinyatakan memasuki musim hujan secara klimatologis.(*)

Tombol Google News

Tags:

cuaca panas surabaya Musim Kemarau Suhu