KETIK, LEBAK – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan PT Rizki Bangun Beton melalui kegiatan khitanan massal gratis yang digelar di Rumah Perjuangan Regen, Kampung Bambu Kuning, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu 21 Juni 2026.
Sebanyak 79 anak dari kalangan yatim dan keluarga kurang mampu mengikuti kegiatan sosial yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, ketika puluhan orang tua mengantarkan anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan khitan secara gratis.
Kegiatan yang mengusung tema "Semoga kegiatan ini membawa manfaat, menjadi langkah kebaikan yang berkesan, serta menjadikan anak yang sehat, saleh, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi nusa dan bangsa" itu merupakan pelaksanaan ketiga yang digelar oleh Pemilik PT Rizki Bangun Beton sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Lebak, H. Regen Abdul Aris.
Suasana pelaksanaan khitanan massal gratis yang digelar PT Rizki Bangun Beton di Rumah Perjuangan Regen, Bambu Kuning, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Minggu (21/6/2026). (Foto: Abdul Kohar/Ketik com)
H. Regen Abdul Aris mengaku bersyukur kegiatan sosial tersebut dapat kembali terlaksana meskipun kondisi usaha yang dijalaninya sedang menghadapi berbagai tantangan.
"Tahun ini merupakan tahun yang cukup berat bagi saya. Sejak Januari hingga Mei belum ada proyek yang berjalan. Namun saya meyakini bahwa berbagi kepada sesama adalah bentuk keikhlasan dan ibadah. Saya percaya, rezeki itu datang dari Allah SWT dan kebaikan tidak akan pernah tertukar dengan keburukan," kata Regen kepada wartawan.
Menurutnya, kegiatan khitanan massal bukan sekadar program sosial, melainkan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera.
"Saya bukan orang yang memiliki banyak harta. Tetapi saya memiliki keinginan untuk terus berbagi. Selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan, saya ingin terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan anak-anak yang dikhitan hari ini menjadi anak yang saleh, sehat, sukses, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara," ujarnya.
Regen menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan khitanan massal tersebut berasal dari dana pribadi dan tidak menggunakan anggaran pemerintah.
"Ini murni dari dana pribadi. Tidak ada anggaran pemerintah maupun program tertentu. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas," tuturnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tenaga kesehatan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta relawan yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut.
Puluhan orang tua sedang mendaftarkan anaknya untuk di sunat. (Foto: Abdul Kohar/ketik.com)
Sementara itu, salah seorang panitia Fatur menjelaskan bahwa peserta khitanan massal tahun ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak dengan prioritas utama anak yatim dan keluarga kurang mampu.
"Program ini sudah memasuki tahun ketiga. Tujuannya membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi agar anak-anak mereka tetap bisa mendapatkan layanan khitan yang aman dan layak. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi," katanya.
Gunakan Metode Khitan Modern
Koordinator Khitanan Massal, Andhika atau yang akrab disapa Mantri Gaul, mengatakan pihaknya kembali dipercaya untuk menangani pelaksanaan khitanan massal yang digelar oleh Regen Abdul Aris.
"Kami sangat senang bisa kembali terlibat dalam kegiatan sosial ini. Alhamdulillah selama ini selalu dipercaya dalam berbagai kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Pak Regen Abdul Aris. Ini menjadi ladang pahala sekaligus bentuk pengabdian kami kepada masyarakat," ujar Andhika saat diwawancarai wartawan.
Ia menjelaskan, tim medis yang diterjunkan menggunakan metode khitan modern yang lebih nyaman bagi peserta.
"Pada kegiatan tahun ini mayoritas peserta menggunakan teknik khitan modern tanpa jarum dan tanpa jahit. Namun kami juga tetap menyediakan metode konvensional atau jahit sesuai pilihan anak dan orang tua. Yang terpenting adalah keamanan, kenyamanan, dan proses penyembuhan yang optimal bagi peserta," jelasnya.
Menurut Andhika, seluruh tenaga kesehatan yang bertugas merupakan perawat dan tenaga medis berpengalaman yang sudah dikenal masyarakat Kabupaten Lebak.
"Kami menyiapkan tim terbaik yang terdiri dari tenaga kesehatan profesional dan berpengalaman. Alhamdulillah masyarakat Kabupaten Lebak sudah cukup mengenal para tenaga medis yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun," ungkapnya.
Sebagai bagian dari organisasi profesi kesehatan, pihaknya juga terus berkomitmen mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kami dari PPNI Kabupaten Lebak akan terus bersinergi dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Semoga kegiatan khitanan massal ini membawa keberkahan bagi semua pihak dan menjadi manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.(*)
.png)