KETIK, MALANG – Kapolres Malang, AKBP Taat Resdi, memastikan akan terus berupaya mengungkap kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Ia menyebut bahwa polisi masih terus melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap para terduga pelaku.
“Kami tetap mendalami kasus utama, memeriksa para saksi, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” tegas AKBP Taat.
Sebelumnya, aksi dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan itu terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Selasa, 5 Mei 2026 dini hari. Peristiwa tersebut menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya yang menginap di sekitar lokasi.
Menurut informasi yang berkembang, aksi perusakan diduga dipicu oleh ucapan rasis dari rombongan wisatawan asal Surabaya. Rombongan tersebut juga diduga merupakan oknum suporter.
Dalam keterangan tertulis, yang didapat Ketik.com, Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut, enam unit kendaraan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan enam orang pengunjung mengalami luka-luka.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya balok kayu, batu, serta botol minuman keras yang diduga digunakan saat peristiwa berlangsung.
AKP Bambang menegaskan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memperoleh gambaran yang utuh terkait kejadian tersebut.
“Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh,” tegasnya.
Selain itu, polisi juga melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dengan tetap mengedepankan pendekatan yang terukur.
Di sisi lain, aparat turut memberikan pengawalan kepada rombongan wisata untuk memastikan keamanan mereka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (*)
