Perkuat Kepedulian Sosial, Pemdes Bukur Bersama Ranting NU Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak Yatim

10 Juli 2026 23:29 10 Jul 2026 23:29

Sugeng Hariyadi, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perkuat Kepedulian Sosial, Pemdes Bukur Bersama Ranting NU Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak Yatim

Moment saat Gus Soim memberikan ceramah pada acara santunan anak yatim piatu di Joglo Kades Bukur Juni. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Bukur, Kecamatan Sumbergempol, bersinergi dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Bukur menggelar acara pengajian umum yang dirangkai dengan santunan anak yatim piatu. 

Kegiatan yang sarat akan nuansa religius dan kepedulian sosial ini dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Bukur, yakni Rumah Joglo Kades Bukur, pada Jumat 10 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Sumbergempol, di antaranya Camat Sumbergempol Heru Junianto, Kapolsek, serta Danramil.

Turut hadir Kepala Desa Bukur, Juni, beserta seluruh perangkat desa, Ketua Ranting NU beserta jajaran badan otonomnya (Banom), tokoh masyarakat, warga desa setempat, serta menghadirkan penceramah kondang, KH. Soim Al Kassi.

Mengawali kekhusyukan acara, lantunan sholawat yang merdu dan khidmat menggema di area Rumah Joglo, dibawakan oleh grup sholawat lokal desa setempat. Alunan sholawat ini berhasil membawa suasana menjadi lebih religius dan menyentuh hati para jemaah yang hadir.

Setelah pembukaan, esensi dari kegiatan sosial ini langsung dilaksanakan, yaitu penyerahan santunan secara simbolis dan langsung kepada 34 anak yatim piatu yang ada di wilayah Desa Bukur. 

Senyum bahagia sekaligus haru terpancar dari wajah anak-anak tersebut saat menerima perhatian dari pemerintah desa dan para tokoh agama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bukur, Juni, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama dalam membangun desa, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga mental-spiritual.

"Kegiatan ini adalah wujud nyata hadirnya Pemerintah Desa Bukur bersama sahabat-sahabat NU untuk merangkul dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu kita. Mereka adalah tanggung jawab kita bersama," kata Juni dalam sambutannya.

"Kami berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan mereka, serta membawa keberkahan bagi kemajuan dan kedamaian Desa Bukur," jelasnya.

Puncak kekhusyukan acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Soim Al. Kassi. Dengan gaya penyampaian yang khas—memadukan ketegasan, humor yang segar, serta pesan spiritual yang mendalam, KH. Soim berhasil memukau seluruh jemaah yang memadati Rumah Joglo Desa Bukur.

Dalam intisari ceramahnya, KH. Soim menekankan betapa besarnya balasan dan kemuliaan bagi orang-orang yang gemar berbagi dan menyayangi anak yatim. Ia mengingatkan bahwa Allah Swt akan melipatgandakan rezeki bagi siapa saja yang ikhlas mengasuh dan memperhatikan nasib anak yatim piatu.

"Kanjeng Nabi Muhammad saw sampun dawuh, kedudukan orang yang memelihara anak yatim itu seperti dua jari yang tidak pernah terpisahkan di surga nanti," tutur KH. Soim di hadapan para jemaah.

Lebih lanjut, ia juga memberikan pesan moral yang sangat menyentuh hati terkait sensitivitas perasaan anak yatim. KH. Soim mengingatkan agar semua pihak tulus dalam memberikan santunan dan tidak membuat anak-anak yatim larut dalam kesedihan yang mendalam.

"Naliko para anak yatim niku nangis, Arsy-e Allah badhe bergetar. Allah bakal merintahne para malaikat kabeh kanggo nggatekne. Mula saka iku, ayo santunono," pesannya dengan penuh penekanan.

Ia juga memuji kekompakan seluruh elemen yang hadir, mulai dari kepala desa, perangkat, tokoh NU, hingga jajaran Forkopimcam—seperti Camat Sumbergempol, Kapolsek, dan Danramil, yang mau meluangkan waktu duduk bersama masyarakat demi menyantuni anak yatim.

Menurutnya, kepedulian bersama ini merupakan wujud kecintaan yang nyata kepada Baginda Nabi Muhammad saw.

Di akhir ceramahnya, suasana semakin syahdu saat KH. Soim mengajak seluruh jemaah, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mengumandangkan sholawat Nabi, melantunkan pujian agung kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup pengajian umum yang penuh keberkahan tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Santunan anak yatim Pemdes Bukur Pengajian umum