KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat mengantisipasi potensi kemacetan panjang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur. Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid secara resmi mengirimkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia agar ruas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya seksi Probolinggo-Besuki, dibuka sementara sebagai jalur alternatif selama proses perbaikan infrastruktur di jalur nasional berlangsung.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 550/216/430/2026 tertanggal 9 Juli 2026.
Selain kepada Menteri PU, surat itu juga ditembuskan kepada Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Timur, serta Direktur Utama PT Jasa Marga sebagai bentuk koordinasi lintas sektor.
Langkah ini diambil menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan jembatan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, serta rehabilitasi gorong-gorong di ruas Tampora-Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Kedua proyek tersebut diperkirakan akan mengurangi kapasitas jalan sehingga berpotensi memicu antrean kendaraan di jalur Pantura yang menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik di wilayah Tapal Kuda.
Bupati Abdul Hamid Wahid mengatakan, pembukaan sementara Tol Prosiwangi merupakan solusi yang dinilai paling efektif untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
"Dua proyek tersebut diperkirakan memicu perlambatan arus lalu lintas hingga antrean panjang kendaraan di koridor Jalan Nasional Pantura yang setiap hari menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat," ujarnya, Jumat, 10 Juli 2026.
Karena itu, Pemkab Bondowoso mengusulkan agar ruas Tol Probolinggo-Besuki dapat difungsikan sementara sehingga kendaraan memiliki jalur alternatif dan tidak seluruhnya bertumpu pada jalan nasional yang sedang diperbaiki.
Menurut Hamid, usulan tersebut merupakan bagian dari strategi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk menjaga tingkat pelayanan jalan atau Level of Service (LoS) tetap optimal selama masa pekerjaan berlangsung.
Ia menilai, pemanfaatan sementara jalan tol akan memberikan sejumlah manfaat, mulai dari memperlancar distribusi barang, mengurangi antrean kendaraan, memangkas waktu tempuh perjalanan, hingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun pekerja proyek melalui pemisahan arus lalu lintas dari area konstruksi (work zone traffic management).
"Pembukaan sementara akses Tol Prosiwangi dipandang perlu untuk meminimalkan dampak kemacetan akibat penyempitan maupun penutupan sebagian jalur di lokasi pekerjaan," tegasnya.
Bupati berharap pemerintah pusat segera memberikan persetujuan agar rekayasa lalu lintas dapat diterapkan sebelum kepadatan kendaraan semakin meningkat.
Menurutnya, kelancaran arus di jalur Pantura tidak hanya penting bagi masyarakat Bondowoso, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di seluruh kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Usulan tersebut bukan hanya datang dari Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo yang juga terdampak proyek perbaikan infrastruktur di jalur Pantura dikabarkan telah menyampaikan permohonan serupa kepada pemerintah pusat, sehingga pembukaan sementara Tol Prosiwangi diharapkan menjadi solusi bersama dalam mengurai kemacetan selama proyek berlangsung.(*)
.png)