Pakar Unsera: Urusan Sampah Jangan Cuma Pakai Aturan, Pakai Hati Juga

13 Agustus 2026 14:32 13 Agt 2026 14:32

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Pakar Unsera: Urusan Sampah Jangan Cuma Pakai Aturan, Pakai Hati Juga

Prof. Dr. Delly Maulana, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (Unsera). (Foto: Cupek)

KETIK, SERANG – Persoalan sampah di Indonesia dinilai semakin serius. Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (Unsera), Prof. Dr. Delly Maulana mendorong penanganan sampah tidak hanya melalui kebijakan teknis, tetapi juga pendekatan spiritual dan pendidikan karakter.

Prof. Delly menyebut volume sampah Indonesia pada 2024 mencapai 27,74 juta ton. Sementara itu, sampah makanan menjadi penyumbang terbesar dengan kisaran 39–40 persen, disusul sampah plastik yang terus meningkat.

Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah akan sulit berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, kesadaran dari dalam diri masyarakat perlu dibangun agar pengelolaan sampah menjadi kebiasaan.

Ia mendorong pemerintah melibatkan ulama dan tokoh agama dalam kampanye kebersihan. Nilai keagamaan, termasuk ajaran menjaga kebersihan dan larangan merusak lingkungan, dinilai dapat memperkuat kesadaran masyarakat.

Selain tokoh agama, sekolah juga dinilai memiliki peran penting. Pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak PAUD hingga perguruan tinggi, termasuk melalui penerapan prinsip 3R yakni reduce, reuse, dan recycle.

Prof. Delly juga meminta edukasi pengelolaan sampah diperluas hingga tingkat RT, RW dan kecamatan. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan aturan yang memberikan sanksi bagi pelanggar sekaligus insentif bagi masyarakat yang disiplin memilah sampah.

"Dengan kombinasi nilai spiritual, pendidikan karakter, dan regulasi yang tegas, kita harap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat terwujud secara konsisten," kata Prof. Delly.(*)

 

Tombol Google News

Tags:

Pakar Unsera Urusan Sampah Lingkungan Prof. Dr. Delly Maulana