Malam Terasa Lebih Dingin di Rangkasbitung, Ini Penjelasan Ilmiahnya

27 September 2026 20:18 27 Sep 2026 20:18

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Malam Terasa Lebih Dingin di Rangkasbitung, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Suasana Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu (27/9/2026) malam. Sejumlah warga tampak beraktivitas di tengah udara malam yang terasa lebih dingin dan sejuk. (Foto: Biro Lebak/Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Udara malam di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terasa lebih dingin dari biasanya pada Minggu (27/9/2026) malam. Sejumlah warga mengaku kedinginan saat beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang warga Rangkasbitung, Rizky, mengatakan kondisi tersebut cukup berbeda dibandingkan malam-malam sebelumnya.

"Tidak seperti biasanya di Rangkasbitung pada malam ini terasa dingin. Agak beda cuacanya hari ini terasa dingin," kata Rizky saat ditemui di Alun-alun Rangkasbitung, Minggu malam.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Rangkasbitung pada Minggu malam diprakirakan berada pada suhu 26 hingga 27 derajat Celsius dan akan terus menurun hingga mencapai 23 derajat Celsius menjelang dini hari.

Ada tiga fenomena alamiah yang menyebabkan udara malam ini terasa lebih dingin dan sejuk, yang umum terjadi menjelang akhir musim kemarau.

Pertama, pelepasan radiasi panas tanpa hambatan akibat langit cerah. Kondisi langit Rangkasbitung malam ini cenderung cerah berawan hingga bersih dari tutupan awan. Tanpa adanya selimut awan, radiasi panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari langsung dilepaskan kembali ke atmosfer luar dengan cepat pada malam hari, sehingga suhu permukaan turun drastis.

Kedua, pengaruh Monsun Australia atau yang dikenal dengan istilah bediding. Udara dingin ini dipicu hembusan angin dari Benua Australia yang sedang mengalami masa peralihan dari musim dingin. Angin muson tersebut membawa massa udara kering dan bersuhu rendah melewati Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, termasuk Banten.

Ketiga, kelembapan udara yang tinggi pada malam hari. Tingkat kelembapan udara di Rangkasbitung malam ini berkisar 81 hingga 92 persen. Perpaduan suhu rendah dan kelembapan tinggi membuat udara malam terasa lebih menusuk kulit dibanding biasanya.

Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan malam ini, disarankan mengenakan pakaian hangat atau jaket untuk mengantisipasi penurunan suhu yang terus berlangsung hingga subuh nanti. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cuaca Dingin Rangkasbitung Bmkg Lebak Suhu Dingin Banten Fenomena Bediding Monsun Australia Cuaca Lebak berita lebak Berita Banten