KETIK, PACITAN – Kabupaten Pacitan kembali menjadi tuan rumah Festival Film Horor (FFH) 2026.
Memasuki penyelenggaraan kedua, festival ini mengusung tema “Indigo” dan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pembukaan FFH 2026 digelar di Pantai Pancer Dor dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Festival ini menjadi ruang kreativitas bagi sineas lokal maupun luar daerah untuk menampilkan karya sekaligus mengembangkan perfilman Indonesia.
FFH 2026 turut menghadirkan sejumlah insan perfilman, di antaranya sutradara sekaligus pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Garin Nugroho, serta pemeran, penulis, dan sutradara Dennis Adhiswara. Komunitas Jogja Film Academy (JFA) juga hadir dalam gelaran tersebut.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap penyelenggaraan FFH tahun ini dapat berjalan lebih baik dan memberikan ruang yang lebih luas bagi para sineas untuk berkarya.
“Kita berharap FFH 2026 ini bisa lebih baik lagi, memberikan ruang kreativitas lebih untuk para sineas baik sineas lokal Pacitan atau dari luar daerah,” kata Indrata, Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain mendorong perkembangan perfilman, Indrata berharap festival tersebut memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pacitan.
Minat sineas terhadap FFH 2026 terlihat dari jumlah karya yang masuk ke panitia.
Ketua Panitia Penyelenggara FFH 2026, Idam Nugrahadi, menyebut pihaknya menerima 290 karya film. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 film lolos kurasi dan masuk nominasi.
“Peserta yang mendaftarkan karyanya berasal dari 42 kota dan provinsi se-Indonesia,” ujar Idam.
Pemutaran 75 film yang masuk nominasi dijadwalkan berlangsung di lima lokasi di Pacitan.
Lokasi tersebut meliputi Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Darma, Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya, Bioskop Rakyat Gunung Karst Tobong di Alun-alun Pacitan, Bioskop Rakyat Gua Karst di Pasar Sawo, serta lokasi Layar Kembali Ditancap di lapangan bola voli Alun-alun Pacitan.
Melalui tema “Indigo”, FFH 2026 mengajak masyarakat untuk melihat hal-hal yang terlihat, membaca kembali hal-hal yang terlupakan, serta membangun masa depan.
Festival ini sekaligus memperkuat posisi Pacitan sebagai ruang pertemuan bagi para pelaku perfilman dari berbagai daerah.(*)
