Sekolah Rakyat di Brebes Diresmikan, Bupati: Investasi Pendidikan untuk Indonesia Emas

15 Juli 2026 21:30 15 Jul 2026 21:30

Makroni, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sekolah Rakyat di Brebes Diresmikan, Bupati: Investasi Pendidikan untuk Indonesia Emas

Bupati Brebes, Paramitha Widyakusuma bersama kemensos RI dan PUPR saat kunjungan ke sekolah rakyat terpadu di desa Welahar Larangan Brebes (Foto: Makroni/ketik.com)

KETIK, BREBES – Program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT), resmi dibuka di Kabupaten Brebes. Peresmian dilakukan Bupati Brebes, Paramitha Widyakusuma pada Selasa 14 Juli 2026.

Paramitha menyebut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai ruang harapan baru bagi anak-anak Brebes. Ia menilai program ini dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

"Ini sangat luar biasa. Program yang digagas pemerintahan Bapak Presiden Prabowo menurut saya proyek yang sangat spektakuler. Nantinya akan menjadi pusat pembelajaran masyarakat Brebes dan bisa menjadikan masyarakat kita semakin pintar, maju, serta mendongkrak IPM kita," ujar Paramitha.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan investasi pendidikan jangka panjang. "Investasi pendidikan kita tidak akan terasa dalam jangka pendek, tapi ke depan akan hadir generasi Brebes yang unggul. Ini cita-cita bersama menuju Indonesia Emas," katanya.

Mewakili Kementerian Sosial RI, Siti Indriasri Oktaviana menyatakan Sekolah Rakyat adalah bukti komitmen negara menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga menjadi strategi memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Siti mengapresiasi dukungan Bupati Brebes dan seluruh pihak. Ia menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat bergantung pada sinergi pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baihaqi menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional untuk menjamin akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu. Calon siswa harus terdata dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah berasrama ini menyediakan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pendaftaran tidak dilakukan secara langsung, melainkan dengan sistem jemput bola bagi warga yang masuk kategori kurang mampu. Lulusannya memiliki prospek melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan.

Imam menambahkan sekolah dikelola dengan prinsip ramah anak, bebas kekerasan, dan didukung tenaga pendidik profesional. Materi pembelajaran mencakup ilmu pengetahuan, kesehatan, literasi digital, kepemimpinan, cinta tanah air, hingga pencegahan perundungan dan narkoba.

Pembukaan Sekolah Rakyat dilakukan bertahap dalam empat gelombang secara nasional. Hal ini untuk memastikan seluruh fasilitas seperti asrama, air bersih, listrik, dan sanitasi memenuhi standar.

Untuk SRT Brebes, progres pembangunan oleh Kementerian PUPR telah mencapai 83,27 persen dan ditargetkan selesai sebelum digunakan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Paramitha menitipkan anak-anak kepada guru dan kepala sekolah agar dididik dengan tegas namun penuh kasih sayang, serta dibentuk karakternya menjadi kuat, disiplin, dan berakhlak.

Ia juga berpesan kepada siswa agar belajar sungguh-sungguh, menghormati guru, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik untuk masa depan keluarga.

Bupati menjamin seluruh aspek fasilitas, keamanan, dan kesehatan anak menjadi perhatian pemerintah. Ia meminta seluruh perangkat daerah bersinergi agar program ini berhasil mewujudkan generasi emas yang cerdas dan berkarakter.

Rangkaian kegiatan juga diisi pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon murid. Menurut Bupati, pemeriksaan bertujuan memastikan anak memulai pendidikan dalam kondisi sehat, siap, dan aman. Tumbuh kembang anak akan dipantau sejak hari pertama (*).

Tombol Google News

Tags:

Sekolah Rakyat Srt Brebes Prabowo Subianto Paramitha Widyakusuma Kemensos RI Pendidikan Gratis Brebes Jawa Tengah