KETIK, SURABAYA – Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap 1 Mei. Di berbagai daerah, ratusan bahkan ribuan buruh dipastikan melakukan aksi. Ada yang unjuk rasa dan konvoi. Tapi ada juga yang melakukannya dengan cara-cara lebih tertib, yaitu tasyakuran di perusahaan masing-masing.
Di tingkat nasional, ada nama Muhammad Jumhur Hidayat disorot. Perhatian semakin menggebu-gebu usai secara mengejutkan Presiden Prabowo Subianto melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup atau tepatnya pada Senin, 27 April 2026.
Lebih dari sekadar reshfulle biasa, Jumhur Hidayat yang kesehariannya sebagai Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) secara mengejutkan didapuk menjadi pembantu presiden di Kabinet Merah Putih.
Masuknya figur serikat pekerja ke dalam kabinet dinilai sebagai momentum penting bagi representasi buruh di tingkat pemerintahan.
Siapa Jumhur Hdayat? Dilansir dari sejumlah data, Jumhur lahir pada 18 Februari 1968 di Bandung, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak-hak buruh dan pekerja di Indonesia. Di Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), ia adalah ketua umum periode 2022-2027.
Pendidikan ditempuhnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Teknik Fisika. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Nasional dan meraih gelar master di bidang Sosiologi dari Universitas Indonesia.
Karirnya di pemerintahan dimulai ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) pada Januari 2007 oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menjabat hingga 11 Maret 2014. Saat ini, BNP2TKI telah bertransformasi menjadi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Selain aktif di organisasi, Jumhur juga produktif menulis buku, beberapa d antaranya Jujur Terhadap Habibie (1999), Bumiputera Menggugat, dan Manifesto Kekuatan Ketiga (2002). Ia juga pernah meraih Soegeng Sarjadi Award on Good Governance pada 2011.
Dalam dunia politik, Jumhur memulai kiprahnya melalui Partai Daulat Rakyat pada Pemilu 1999 yang berhasil memperoleh satu kursi di DPR RI. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal partai tersebut.
Ketika Partai Daulat Rakyat bergabung dengan tujuh partai lain dan membentuk Partai Sarikat Indonesia pada 17 Desember 2002 di Surabaya, Jumhur kembali dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal. Posisi ini memperkuat perannya dalam membangun kekuatan politik berbasis kerakyatan dan buruh.
Sementara itu, tak hanya di tingkat pusat, di Jatim juga ada satu nama yang cukup populer di kalangan buruh. Namanya Achmad Fauzi. Perannya sangat sentral. Suara vokalnya sangat lantang dan menjadi panutan kala memimpin demonstrasi. Khususnya setiap May Day.
Abah Fauzi, begitu ia akrab disapa, adalah Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur. Dan, kini jabatannya di pemerintahan adalah Komisaris Utama di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur.
Abah Fauzi adalah oranh kelahriran Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Awal masuk Kota Surabaya sekitar tahun 1994, sebagai buruh Pabrik PT. Integra. Tahun 1996, ia sudah menjadi Ketua SPSI Sidoarjo.
Abah Fauzi mengaku berproses dari bawah, saat menjadi buruh pabrik juga kost layaknya buruh pabrik lainya. Namun aktivitasnya menjadi Ketua SPSI menjadikannya banyak kenalan dengan pengusaha, aparat keamanan dan pejabat kabupaten, Provinsi Jawa Timur hingga Pusat.
Sejak 17 Januari 2025, Ahmad Fauzi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Petrogas Jatim Utama (Perseroda), BUMD milik Pemprov Jatim yang bergerak di sektor energi. Pada 2023, Fauzi adalah seorang komisaris, juga di Petrogas Jatm Utama (PJU).
PT Petrogas Jatim Utama menjalankan unit-unit usaha mengelola Sumber Daya Alam Minyak dam Gas Bumi, Sumber Daya Energi dan Energi Terbarukan, Sumber Daya Mineral dan Pengelolaan Usaha Pelabuhan Umum serta Kegiatan Jasa Penunjang lainnya.
Sementara itu, pada peringatan May Day, baik Jumhur Maupun Fauzi sama-sama kompak tetap merayakannya bersama ribuan buruh. Biasanya, Jumhur maupun Fauzi sama-sama menjadi barisan di garde terdepan.
Jumhur Hidayat menegaskan akan tetap memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh dengan mengendarai sepeda motor di Jakarta.
Sedangkan, Fauzi mengimbau pelaksanaan aksi massa 1 Mei berlangsung tertib, aman dan damai. Imbauan aksi damai itu merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dalam penyampaian aspirasi publik. (*)
