Lapas Perempuan Malang Gandeng Shaka Foundation Pulihkan Mental Warga Binaan Lewat TRE

22 April 2026 20:13 22 Apr 2026 20:13

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lapas Perempuan Malang Gandeng Shaka Foundation Pulihkan Mental Warga Binaan Lewat TRE

Pemaparan oleh Shaka Foundation terkait Tension & Trauma Releasing Exercises kepada warga binaan Lapas Perempuan Malang, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Humas Lapas Perempuan Malang)

KETIK, MALANG – Lapas Perempuan Kelas IIA Malang bekerja sama dengan Shaka Foundation untuk memperkenalkan metode Tension and Trauma Release Exercises (TRE). Metode tersebut untuk pemulihan kesehatan mental bagi para warga binaan. 

Warga binaan disiapkan untuk memiliki ketahanan emosional yang baik saat menjalani masa pidana. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 lalu, tak hanya memberikan latihan fisik biasa. Namun juga mengembalikan keseimbangan sistem saraf yang seringkali terganggu akibat pengalaman traumatik atau tekanan hidup yang berkepanjangan di masa lalu.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Perempuan Malang, Dian, menjelaskan aspek pemulihan trauma menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan psikologis penghuni Lapas. Kedatangan praktisi ahli TRE memberikan warna baru dalam program pembinaan di Lapas Perempuan Malang

"Program ini sangat membantu kami dalam menyentuh sisi kesehatan mental warga binaan yang selama ini mungkin sulit dijangkau melalui metode konvensional," ujarnya.

Ia meyakini bahwa kesembuhan bermula dari diri masing-masing individu. Metode TRE diharapkan menjadi sebuah motivasi bagi warga binaan agar senantiasa peduli terhadap kesehatan mental mereka.

"Kami berharap ilmu yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam mengelola stres secara mandiri, sehingga tercipta lingkungan hunian yang lebih harmonis dan mendukung proses rehabilitasi secara holistik," ujar Dian.

Hindra Gunawan, pendiri Shaka Foundation, menjelaskan warga binaan memperoleh bimbingan praktik terkait mekanisme alami tubuh dalam melepaskan beban stres. Namun fasilitator hanya berperan untuk menjembatani tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri.

"Metode TRE ini kami bawa ke Indonesia dengan misi kemanusiaan, termasuk untuk saudara-saudara kita yang berada di dalam Lapas. Perlu dipahami bahwa pada hakikatnya, yang bisa menyembuhkan beban trauma dan stres itu adalah diri kita sendiri melalui mekanisme alami yang sudah Tuhan berikan pada tubuh," ujarnya.

Warga binaan harus percaya bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu melalui potensi yang sudah ada di dalam raga mereka masing-masing. 

"Kami hanya memberikan teknik untuk memicu getaran alami tersebut agar ketegangan saraf dapat dilepaskan. Kami ingin warga binaan dapat merasakan ketenangan batin yang lebih dan menyadari potensi kesembuhan mandiri ini, sehingga mereka mampu melewati masa pembinaan dengan jiwa yang lebih sehat," tutupnya.

Tombol Google News

Tags:

#LapasPerempuanMalang #ShakaFoundation #wargabinaan #LapasPerempuan #KesehatanMental