Kupas Masa Depan Energi Sumsel, Jurnalis Ikuti Lokakarya dan Beasiswa Liputan

18 Juni 2026 21:00 18 Jun 2026 21:00

Yola Dwi R., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kupas Masa Depan Energi Sumsel, Jurnalis Ikuti Lokakarya dan Beasiswa Liputan

Belasan jurnalis Sumsel saat mengikuti lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, di Hotel Aston, Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia, Sumatera Selatan dinilai memiliki peran penting dalam agenda transisi energi nasional. Kondisi tersebut menjadi pembahasan utama dalam lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026.

Mengusung tema “Masa Depan Sumatra Selatan dan Transisi Energi Berkeadilan: Lokakarya Jurnalis dan Beasiswa Liputan”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi masyarakat sipil hingga praktisi media.

Para pemateri yang hadir yakni Dwiki Mahendra dari Yayasan Cerah, Sylvi Sabrina dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Jurnalis RMOL Sumsel Fajar Wiko, serta Koordinator Perubahan Iklim dan Transisi Energi HaKI Sumsel, Boni Bangun.

Dalam pemaparannya, Dwiki Mahendra menilai Sumatera Selatan memiliki posisi strategis dalam pembahasan transisi energi karena masih menjadi salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Menurutnya, peralihan dari energi fosil menuju energi terbarukan akan membawa dampak luas, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

 

Foto Pemaparan materi saat kegiatan lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, di Hotel Aston, Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)Pemaparan materi saat kegiatan lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, di Hotel Aston, Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

 

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi terkait proses transisi energi kepada masyarakat dan pemangku kebijakan.

“Peran jurnalis sangat krusial dalam menyampaikan soal transisi energi ini. Dampak yang didapat tentu harus disampaikan agar transisi energi ini dapat menjangkau masyarakat hingga pemangku kebijakan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang tersebut, para peserta diharapkan memperoleh sudut pandang baru mengenai konsep transisi energi berkeadilan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Sylvi Sabrina dari ICEL menyoroti aspek regulasi yang dinilai masih menjadi tantangan dalam implementasi transisi energi. Ia menilai masih ditemukan ketidaksinkronan antara kebijakan yang diterbitkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga aturan di tingkat pelaksana.

“Banyak kita amati, terkadang antara peraturan dari kementerian, pemerintah daerah hingga lapisan di bawahnya tidak sama,” katanya.

Selain persoalan sinkronisasi aturan, Sylvi juga menilai sosialisasi kebijakan pendukung transisi energi belum berjalan optimal. Kondisi tersebut membuat jurnalis memiliki posisi penting sebagai pihak yang dapat mengkaji sekaligus menyebarluaskan informasi kepada publik.

 

Foto Para peserta kegiatan lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, di Hotel Aston, Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)Para peserta kegiatan lokakarya jurnalis yang digelar Yayasan Cerah dan AJI Kota Palembang, di Hotel Aston, Kota Palembang, Kamis 18 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

 

Pada sesi lain, jurnalis RMOL Sumsel Fajar Wiko memberikan pembekalan mengenai teknik peliputan isu transisi energi yang aman dan efektif. 

Ia mengingatkan bahwa liputan di sektor tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari berbagai pihak apabila tidak dilakukan secara tepat.

Fajar menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnalis, terutama dalam menerjemahkan istilah-istilah teknis agar mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, kemampuan meramu informasi menjadi tulisan yang menarik juga diperlukan agar isu transisi energi lebih dekat. (*)

Tombol Google News

Tags:

transisi energi Energi Berkeadilan Jurnalis Sumsel Aji Palembang Yayasan Cerah Sumatera Selatan Liputan Lingkungan Jurnalisme Lingkungan energi bersih Beasiswa Jurnalis Jurnalis Dan Lingkungan Transisi Energi Sumsel Masa Depan Energi berita sumsel