KETIK, MALANG – Kota Malang tengah menyiapkan diri untuk menjadi salah satu pilot project milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, yakni Local Service Delivery Program (LSDP). Program ini berfokus untuk mengatasi permasalahan sampah berbasis circular economy.
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa program tersebut akan dimulai Kemendagri pada tahun 2025 mendatang. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan, pengawasan, dan pengendalian terhadap kesiapan dan pelaksanaan.
"Aksi untuk pembangunan bisa di pertengahan 2025, bisa di awal Januari 2026 sudah mulai. Misal proses pengadaan memakan waktu 3-5 bulan itu dilakukan di 2025. Dieksekusi di 2026 sudah pembangunan, penyediaan mesin, sarpras pendukung," ujar Iwan, Kamis 10 Oktober 2024.
Pada program LSDP ini juga dilakukan penataan lima TPS sebagai pilot project di Kota Malang. Kelima TPS tersebut akan ditata ulang dengan harapan dapat mengurangi sampah yang dibuang tidak sesuai ketentuan.
Awalnya penataan TPS di Kota Malang akan dilakukan melalui dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan (CSR). Namun bergabungnya Kota Malang dalam proyek LSDP membuat Iwan memutuskan agar penataan TPS dituntaskan melalui proyek tersebut.
Sesuai rencana awal, penataan TPS meliputi pembatasan waktu pengangkutan sampah hingga pukul 08.00 WIB, serta tidak dilakukan di pinggir jalan agar tak menghalangi pengguna jalan.
"Mudah-mudahan dengan program LSDP, pengolahan sampah di Kota Malang bisa terintervensi dengan baik karena ketersediaan anggaran dan arah programnya harus jelas. Aksinya di 2025 dan 2026," paparnya.
Kehadiran TPA Supit Urang juga menyumbang kesiapan Kota Malang terhadap program LSDP. Iwan menyebutkan bahwa TPA Supit Urang telah tertata dengan baik dan dilengkapi dengan fasilitas cukup lengkap.
"Kalau kita lihat kawasan di TPA Supit Urang itu sudah baik. Bersih, jalan aksesnya bagus, layout di dalam TPA juga sudah bagus. Ada pengelolaan limbah, penanganan composing 35 ton per hari, lalu di belakangnya ada sanitary landfill. Kemudian penyiapan 2 hektar untuk TPST dengan kapasitas 150 ton per hari," tutupnya.(*)
Kota Malang Bersiap Jadi Pilot Project LSDP dari Kemendagri
10 Oktober 2024 15:28 10 Okt 2024 15:28
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Salah satu pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
LSDP Kota Malang Pengelolaan Sampah pilot project KemendagriBaca Juga:
Rayakan HUT ke-39, Arema FC Gelar Tasyakuran, Peluncuran Bus dan Festival AkademiBaca Juga:
Libatkan 76 Unsur Masyarakat, Taufiqur Rahman Terpilih Jadi Ketua Takmir Masjid Hidayatul Khoir GasekBaca Juga:
Imbas SiLPA Rp303 M, DPRD Kota Malang Petakan Ulang APBD-P 2026Baca Juga:
Polresta Malang Kota Tangkap Komplotan Curanmor Lintas Daerah, 1 Pelaku ResidivisBaca Juga:
Jabatan Dandung Resmi Bergeser dari Plh ke Pj Sekda Kota MalangBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
10 Agustus 2026 20:58
BI Malang Gelar Apel Bima, Perkuat Perlindungan Konsumen di Era Digital
10 Agustus 2026 19:36
Imbas SiLPA Rp303 M, DPRD Kota Malang Petakan Ulang APBD-P 2026
10 Agustus 2026 16:04
Jabatan Dandung Resmi Bergeser dari Plh ke Pj Sekda Kota Malang
10 Agustus 2026 12:29
Kontingen Pramuka Kota Malang Bawa Penampilan Tari Topeng Malangan ke Jambore Nasional 2026
10 Agustus 2026 12:17
Wakili Jawa Timur, 38 Anggota Pramuka Penggalang Kota Malang Diberangkatkan ke Jamnas XII Cibubur
