Kisah Heroik Pejuang TRIP Bakal Diabadikan dalam Kurikulum Pendidikan Kota Malang

20 Juli 2026 12:49 20 Jul 2026 12:49

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kisah Heroik Pejuang TRIP Bakal Diabadikan dalam Kurikulum Pendidikan Kota Malang

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat bersih-bersih Monumen TRIP, akan menerapkan sejarah perjuangan TRIP di kurikulum pendidikan. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang memperkuat rencana memasukkan kisah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) ke dalam kurikulum pendidikan. Untuk menyusun kurikulum tersebut, Pemkot Malang menggandeng Universitas Negeri Malang (UM).

Rencana itu diungkapkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat melakukan aksi bersih-bersih Monumen TRIP bersama TNI AU Lanud Abd Saleh, Senin, 20 Juli 2026. Terlebih pada 31 Juli nanti menjadi hari peringatan gugurnya para pahlawan TRIP pada aksi heroik di Jalan Salak yang sekarang menjadi Jalan Pahlawan TRIP, Kota Malang.

"Ada dilaksanakan kerja sama untuk mempelajari tentang perjalanan pada saat gugurnya Tentara Republik Indonesia Pelajar di Kota Malang ini. Pada saat itu sudah kita sepakati bahwa agar masyarakat Kota Malang juga paham bagaimana perjuangan tentara pelajar pada saat itu," ujar Wahyu.

Kurikulum pendidikan tersebut akan dicantumkan untuk jenjang SD dan SMP. Wahyu menjelaskan dengan memasukkan sejarah pahlawan TRIP di kurikulum pendidikan, diharapkan pelajar di Kota Malang dapat mengingat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Pemerintah ingin memberikan satu pelajaran, ada sejarah yang tidak bisa terlupakan dari pelajar-pelajar yang dulu berjuang. Harusnya belajar tapi berjuang untuk bisa menegakkan Kota Malang dan Indonesia. Kita ingin masukkan dalam kurikulum di salah satu pelajaran, baik SD, SMP, terkait perjuangan TRIP," lanjutnya.

Materi-materi yang direncanakan muncul dalam kurikulum pendidikan telah dibahas bersama pakar-pakar dari UM. Saat ini Pemkot Malang hanya tinggal pematangan dan mulai mengimplementasikan dalam mata pelajaran.

"Kemarin materi-materi kurikulumnya sudah kita buat. Kita sudah diskusikan. Kebetulan kita kerja sama dengan UM (Universitas Negeri Malang) juga pada saat itu, dan sudah tersusun. Hanya tinggal kita masukkan dalam mata pelajaran aja," jelasnya.

Di sisi lain, aksi bersih-bersih monumen TRIP tak hanya sebagai bentuk penghargaan atas jasa pejuang TRIP, namun juga momen Hari Bakti ke-79 TNI AU pada 29 Juli 2026 nanti. 

"Kebetulan juga nanti 31 Juli juga akan memperingati dengan gugurnya pahlawan-pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar yang telah memberikan nyawanya untuk kepentingan Kota Malang, yang saat itu diduduki oleh penjajah," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kurikulum Pendidikan TRIP Perjuangan Trip Monumen Trip Kota Malang