Kepuasan Publik terhadap Prabowo Menurun, Anas Urbaningrum Soroti Kabinet Gemuk dan Kebutuhan Dasar Rakyat

1 Agustus 2026 12:50 1 Agt 2026 12:50

Ahmad Istihar, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kepuasan Publik terhadap Prabowo Menurun, Anas Urbaningrum Soroti Kabinet Gemuk dan Kebutuhan Dasar Rakyat

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menyampaikan pandangannya terkait evaluasi kinerja pemerintahan melalui unggahan di akun X pribadinya. (Foto: tangkapan layar akun X)

KETIK, TUBAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan catatan kritis terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Anas menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) yang dinilainya berada pada angka yang cukup mengkhawatirkan, mengingat masa jabatan pemerintahan belum genap dua tahun.

Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Jumat, 31 Juli 2026, Anas mengungkapkan bahwa indikasi penurunan kepuasan terhadap kinerja pemerintah terlihat dari berbagai hasil survei, baik yang telah dipublikasikan maupun yang belum dirilis secara luas. Kondisi ini dinilainya cukup ironis mengingat Presiden Prabowo mengawali masa jabatannya dengan modal dukungan publik yang sangat tinggi.

"Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan, termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang sangat tinggi," tulis Anas.

Kendati tren kepuasan publik mengalami penurunan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai pemerintah masih memiliki peluang besar untuk berbenah, asalkan mau membuka diri terhadap berbagai masukan dari masyarakat.

Anas merumuskan lima langkah strategis agar tingkat kepercayaan publik dapat kembali pulih.

1. Kembali pada Janji Kampanye

Pemerintah dianjurkan memprioritaskan realisasi janji kampanye yang telah disampaikan kepada publik daripada memunculkan program-program baru yang bersifat dadakan atau ad hoc, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

2. Perkuat Konsolidasi Kabinet

Seluruh jajaran kabinet diharapkan bergerak dalam satu irama di bawah komando Presiden. Anas juga mengingatkan pentingnya menghilangkan kesan adanya menteri yang "diutamakan" maupun "dinomorduakan".

3. Benahi Komunikasi Publik

Pemerintah disarankan lebih aktif membangun komunikasi mengenai isu-isu strategis daripada sekadar merespons polemik atau memberikan klarifikasi. Menurutnya, langkah antisipatif terhadap potensi kontroversi dan kesalahpahaman sangat penting.

4. Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat

Kinerja pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, pelayanan publik, hingga keamanan, harus terus ditingkatkan.

5. Rampingkan Postur Kabinet

Struktur kabinet yang dinilai terlalu besar mendapat perhatian khusus dari Anas. Menurutnya, kabinet yang gemuk berpotensi menimbulkan ketimpangan kinerja antarmenteri serta mengurangi efektivitas pemerintahan.

Ia menilai kabinet yang terlalu besar justru dapat menjadi beban dibandingkan menjadi solusi dalam pelaksanaan program-program pemerintah.

"Kabinet terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari keluarga besar kabinet hanya bekerja sekadarnya," tegas Anas.

Menurut Anas, postur kabinet yang lebih ramping dan gesit akan mempermudah koordinasi, meningkatkan efektivitas kerja, serta mencerminkan pemerintahan yang lebih efisien di mata publik.

Menutup keterangannya, Anas berharap berbagai masukan yang disampaikannya dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi jajaran pemerintahan. Dengan demikian, kinerja pemerintah diharapkan semakin baik dan berdampak pada meningkatnya approval rating di mata masyarakat.

Tombol Google News

Tags:

Politik dan pemerintahan Anas Urbaningrum Kepuasan Kinerja Prabowo.