Kebakaran TPA Supit Urang Picu Antrean Truk, DLH Kota Malang Pastikan Pengambilan Sampah Tetap Normal

22 Oktober 2026 15:59 22 Okt 2026 15:59

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kebakaran TPA Supit Urang Picu Antrean Truk, DLH Kota Malang Pastikan Pengambilan Sampah Tetap Normal

Antrean truk sampah di depan TPA Supit Urang, DLH Kota Malang pastikan pengangkutan sampah tetap berjalan normal. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Bencana kebakaran memicu antrean truk pengangkut sampah di depan pintu masuk TPA Supit Urang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan agar proses pengambilan dan pengangkutan sampah tetap berjalan normal. 

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran memastikan tidak ada pengurangan kapasitas sampah yang masuk ke TPA Supit Urang. Upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah di TPS. Ia telah meminta agar sopir truk bersabar dalam menunggu antrean masuk ke TPA Supit Urang.  

"Memang kondisinya, tadi sudah kami sampaikan ke driver, untuk tetap dilakukan normal. Harus sabar di antrean pada waktu masuk ke TPA Supit Urang," ujarnya, Kamis 22 Oktober 2026.

Selama ini penempatan sampah di TPA Supit Urang terbagi dalam dua titik. Namun akibat kebakaran, sampah hanya ditempatkan di sisi yang tidak terbakar agar proses pemadaman dapat berjalan lancar. 

"Sampah yang baru masuk ini cuma satu titik. Kalau sebelumnya ada dua titik, yang di tengah sama di atas. Kalau ini cuma satu titik saja yang di tengah, makanya alat berat-alat berat kita kerahkan di situ semua," lanjutnya. 

Proses sanitary landfill atau penimbunan sampah menggunakan tanah tetap dilakukan selama penanganan pascakebakaran TPA Supit Urang. Sampah yang telah diratakan akan langsung ditimbun menggunakan tanah, pasir dan batu (sirtu).

"Jadi proses untuk sanitary tetap kita laksanakan. Teman-teman yang lagi melakukan perataan sampah itu tetap langsung ditimbun oleh tanah ataupun sirtu," ungkapnya. 

Selain itu, DLH Kota Malang melakukan upaya untuk menambah volume tanah dan sirtu agar dapat menutup area bekas kebakaran. Langkah tersebut dilakukan setelah proses pembasahan dan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

"Sudah saya instruksikan untuk ditambahi volume tanah dan sirtu agar membantu bekas yang terbakar. Jadi bekas terbakar itu setelah ada pembasahan atau pendinginan, kita tumpukkin tanah sama sirtu supaya tidak timbul api kembali," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Malang DLH Kota Malang Berita Kota Malang TPA Supit Urang kebakaran malang