KETIK, MALANG – Jelang tahun ajaran baru 2026-2027, toko emas di Pasar Besar Kota Malang mulai dipadati warga. Banyak orang tua rela menjual perhiasan dan logam mulia simpanan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, mulai dari biaya pendaftaran hingga pembelian perlengkapan sekolah.
Salah seorang karyawan Toko Emas Bulan Purnama Pasar Besar, Hafidh, mengatakan, tren warga menjual emas saat akan memasuki tahun ajaran baru merupakan fenomena yang rutin terjadi. Pasalnya, emas menjadi barang yang mudah dan cepat dijual saat kebutuhan mendesak.
"Untuk sekarang, lebih banyak yang menjual daripada yang membeli. Apabila dipersentase, peningkatannya bisa sampai 50 persen," jelasnya kepada Ketik.com, Rabu, 24 Juni 2026.
Dirinya mengungkapkan, fenomena warga ramai-ramai menjual emas ini sudah mulai nampak sejak akhir Mei atau tepatnya setelah momen Idul Adha. Diperkirakan, hal ini akan terus terjadi hingga pertengahan Juli mendatang atau bersamaan dimulainya tahun ajaran baru.
"Jelang tahun ajaran baru ini, mereka lebih banyak menjual emas bentuk perhiasan daripada logam mulia. Fenomena tahunan ini diprediksi masih akan terus bergulir hingga pertengahan Juli mendatang," terangnya.
Hafidh menyampaikan, rata-rata setiap warga yang datang membawa dua hingga tiga jenis perhiasan untuk dijual dan dicairkan menjadi uang tunai. Jenis perhiasan yang paling banyak dijual adalah cincin dan gelang dengan berat yang bervariasi.
"Satu orang menjual bervariasi, ada yang 4 gram dan ada juga hingga 10 gram. Mayoritas perhiasan yang dijual adalah cincin dan gelang," tambahnya.
Di samping itu, kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil juga menjadi pendorong utama warga lebih memilih mencairkan aset instan perhiasan emas demi mengamankan biaya pendidikan anak.
"Sekarang, kondisi perekonomian juga belum sepenuhnya stabil. Daripada ribet mencari pinjaman di bank, maka warga lebih memilih menjual perhiasan emasnya," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Lowokwaru, Putu Ayu mengaku menjual cincin dan gelang emasnya yang apabila ditotal seberat 5 gram. Perhiasan itu selama ini ia beli dan disimpan sebagai tabungan darurat.
"Sebentar lagi mau masuk tahun ajaran baru dan butuh uang yang cukup untuk beli perlengkapan, sekolah dan pendaftaran ke sekolah swasta. Karena tidak ada dana yang cukup, sementara perhiasan ini dijual dulu. Yang terpenting, anak-anak bisa tetap sekolah," tandasnya. (*)
.png)