Pesanan Lampion Merah Putih Meledak Jelang HUT ke-81 RI, Perajin Kota Malang Malah Dibuat Pusing Harga Bahan Baku Naik 20 Persen

7 Agustus 2026 13:30 7 Agt 2026 13:30

Kukuh Kurniawan, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pesanan Lampion Merah Putih Meledak Jelang HUT ke-81 RI, Perajin Kota Malang Malah Dibuat Pusing Harga Bahan Baku Naik 20 Persen

Suasana produksi lampion merah putih di Jalan Binor Kecamatan Blimbing Kota Malang pada Jumat, 7 Agustus 2026 (Foto : Kukuh/Ketik)

KETIK, MALANG – Lonjakan pesanan lampion merah putih menjelang HUT Kemerdekaan RI di Kota Malang membawa dilema bagi para perajin. Di balik meningkatnya permintaan, mereka harus menghadapi tantangan lain berupa lonjakan harga bahan baku yang kian melambung.

Kondisi tersebut dirasakan oleh Ahmad Samsudin, perajin lampion asal Jalan Binor Kecamatan Blimbing Kota Malang. Pria yang telah menggeluti usaha ini selama dua dekade tersebut mengakui adanya peningkatan pesanan dibandingkan tahun lalu. 

Saat ini, ia tengah menyelesaikan 500 lampion merah putih pesanan dari Kabupaten Lumajang yang harus dikirim seminggu sebelum puncak peringatan kemerdekaan. 

"Untuk pesanan pembuatan lampion merah putih, ada peningkatan dibandingkan tahun 2025 lalu. Ini sekarang sedang mengerjakan pesanan 500 lampion," jelasnya, Jumat, 7 Agustus 2026. 

Sayangnya, angin segar dari naiknya omzet karena pesanan bertambah tak sepenuhnya bisa dinikmati. Hampir seluruh material utama mulai dari rotan, kain, lem, benang hingga bahan lainnya mengalami kenaikan harga hingga berkisar 20 persen. 

Dengan kondisi tersebut, otomatis biaya produksi meningkat. Namun, ia memilih tidak menaikkan harga jual lampion dan merelakan margin keuntungannya tergerus. 

"Harganya tidak bisa dinaikkan, meski bahan baku sudah naik semua. Kualitas juga tidak diturunkan, karena khawatir pembeli kecewa," jujurnya. 

Bagi Ahmad, keberlangsungan bengkel produksi lampionnya adalah napas bagi 11 orang karyawannya yang menggantungkan mata pencaharian disana. Walau keuntungan yang diraup menipis, ia memilih bersyukur roda usahanya tetap berputar. 

Sebagai informasi, lampion merah putih produksinya dipasarkan dengan harga mulai Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu per buah tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Untuk momentum bulan Agustus ini, pesanan lampion datang dari berbagai daerah seperti Malang Raya, Bandung, hingga Jakarta. 

Selain melayani pesanan lampion merah putih, dirinya juga menerima pembuatan lampion untuk momen Tahun Baru Imlek. Untuk lampion Imlek sendiri, ia telah menembus pasar ekspor luar negeri. 

Setiap momen Imlek, Ahmad mengirim liburan lampion pesanan ke sejumlah negara seperti Prancis, Italia, dan Belanda. Tidak tanggung-tanggung, pesanan dari mancanegara bisa tembus antara 3.000 hingga 5.000 buah. 

"Kalau momen kemerdekaan, saya biasa kirim ke Jakarta dan Bandung masing-masing 300 buah. Sedangkan saat momen Imlek, kami mengirimnya sampai luar negeri," tandasnya. (*)

 

 

 

Tombol Google News

Tags:

Lampion Merah Putih Pesanan Meningkat Margin Keuntungan Tergerus Kota Malang Hut Ke-81 Ri