Jaring Seribu Agripreneur, Pemkot Batu Buka Pendaftaran Petani Muda BerJaya Season III

25 Agustus 2026 12:54 25 Agt 2026 12:54

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jaring Seribu Agripreneur, Pemkot Batu Buka Pendaftaran Petani Muda BerJaya Season III

Pemkot Batu membuka pendaftaran Petani Muda BerJaya Class Season III. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Program Petani Muda BerJaya Class Season III membuka pendaftaran bagi generasi muda yang ingin mengembangkan gagasan maupun usaha di sektor pertanian.

Mengusung tema “Petani Muda BerJaya, SAE” yang merupakan singkatan dari Sinergi Agrokreatif dan Ekologis, program ini menyasar 1.000 petani muda untuk kemudian menjaring 30 tim terbaik.

Pendaftaran dibuka pada 10 hingga 27 Agustus 2026. Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni kategori umum bagi usia 17-39 tahun serta kategori pelajar SMA/SMK.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, konsep SAE dinilai relevan dengan tantangan regenerasi petani di Kota Batu. Menurutnya, pendekatan pertanian perlu dikembangkan agar sektor tersebut memiliki nilai tambah dan lebih menarik bagi generasi muda.

“Regenerasi tidak akan terjadi jika kita masih menawarkan metode pertanian konvensional yang identik dengan kerja keras fisik namun bernilai tambah rendah,” ujarnya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, unsur sinergi dalam program tersebut diarahkan untuk menghubungkan petani muda dengan ekosistem bisnis, akademisi, dan teknologi.

Sementara konsep agrokreatif mendorong perubahan cara pandang terhadap pertanian yang tidak hanya berkutat pada kegiatan bercocok tanam.

“Pertanian bukan hanya bercocok tanam, melainkan bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari inovasi olahan, branding, hingga smart farming,” jelas Mas Heli, sapaannya.

Adapun unsur ekologis menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kota Batu. Mas Heli menilai keberlanjutan lahan dan lingkungan perlu menjadi perhatian agar daya dukung alam tetap terjaga.

“Konsep ekologis ini kunci agar daya dukung alam dan kualitas lahan pertanian kita tetap terjaga untuk generasi mendatang,” katanya.

Program tersebut membuka kesempatan bagi peserta umum yang berusia 17-39 tahun, baik secara individu maupun tim. Peserta dapat mengikuti program dengan membawa gagasan rintisan usaha pertanian maupun mengembangkan usaha pertanian yang telah dimiliki.

Sementara bagi pelajar SMA/SMK, peserta harus berstatus siswa aktif, membawa prototype atau produk, serta menyertakan surat rekomendasi dari sekolah.

Mas Heli menilai potensi generasi muda Kota Batu cukup besar karena memiliki kedekatan dengan budaya digital dan teknologi, ditambah dengan kuatnya basis agrowisata di daerah tersebut.

Menurutnya, pelajar SMA/SMK berada dalam fase eksplorasi sehingga keterlibatan mereka dapat menjadi bagian dari pembentukan pola pikir sejak dini terhadap sektor pertanian.

“Keterlibatan mereka membentuk mindset awal bahwa sektor pertanian adalah pilihan karier yang keren, modern, dan menjanjikan,” tuturnya yang juga menjabat sebagai Ketua KTNA Kota Batu ini.

Kelompok usia 17-39 tahun juga dinilai berada pada kelompok produktif yang memiliki peluang untuk mengeksekusi gagasan usaha sebagai agripreneur. Kemampuan adaptasi terhadap teknologi juga dinilai dapat mendukung pengembangan usaha pertanian.

Kegiatan Petani Muda BerJaya Class Season III meliputi pelatihan dan mentoring bersama praktisi profesional, kegiatan praktik dan showcase, kompetisi pitching proposal, serta pameran produk dan apresiasi.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide dan usaha, pendampingan selama program, membangun jejaring dengan komunitas dan stakeholder, serta kesempatan mengikuti pameran dan promosi produk. Selain itu, tersedia sertifikat dan apresiasi bagi peserta terbaik, hadiah, serta peluang bermitra dengan investor atau buyer.

Setelah proses program dan awarding pada 17 Oktober, Pemkot Batu juga menyiapkan dukungan lanjutan bagi 30 tim terbaik. Dukungan tersebut mencakup akses fasilitas dan lahan kelola untuk kebutuhan pilot project melalui pemanfaatan aset lahan daerah atau kemitraan penggunaan lahan terpadu.

Foto Poster Petani Muda Berjaya Class Season III. (Foto: Petani Muda Berjaya)Poster Petani Muda Berjaya Class Season III. (Foto: Petani Muda Berjaya)

Pemkot Batu juga menyiapkan dukungan terkait perizinan dan sertifikasi, termasuk pengawalan percepatan izin usaha, sertifikasi halal, izin edar PIRT/BPOM, hingga sertifikasi organik agar produk dapat memasuki pasar ritel modern.

Selain itu, bisnis yang dikembangkan peserta akan diarahkan untuk terintegrasi dengan ekosistem pasar dan offtaker. Konektivitas tersebut mencakup sektor pariwisata Kota Batu, seperti hotel, restoran, destinasi wisata, serta jaringan pasar daerah.

“Dinas terkait akan melakukan pendampingan berkala pasca-event untuk memantau perkembangan usaha dan membantu penyelesaian hambatan teknis maupun permodalan di lapangan,” imbuh Mas Heli.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, program Petani Muda BerJaya Class Season III tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menyediakan pelatihan, pendampingan, pengembangan usaha, hingga peluang penguatan jejaring bagi peserta.

Tombol Google News

Tags:

Petani Muda Berjaya Pemkot Batu Heli Suyanto Info Kota Batu Berita Kota Batu