KETIK, BANGKALAN – Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Gerindra, Imron Amin, memastikan ketersediaan beras di wilayah Madura dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan usai melakukan peninjauan langsung ke gudang Perum Bulog di Bangkalan, Senin 4 Mei 2026.
Dalam kunjungan ke gudang bulog di empat Kabupaten di Madura tersebut, Imron meninjau langsung stok serta sistem distribusi bahan pokok, khususnya beras.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan. Hasil pemantauan menunjukkan cadangan beras yang tersedia diperkirakan mampu mencukupi hingga sekitar delapan bulan ke depan, termasuk menghadapi momentum Idul Adha.
“Stok beras dalam kondisi baik dan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Ini penting untuk menjaga stabilitas pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Meski stok dinilai aman, politisi yang akrab disapa Ra Ibong itu mengingatkan agar perhatian terhadap ketahanan pangan tidak bersifat sesaat. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pangan harus menjadi agenda berkelanjutan.
“Ketahanan pangan harus dijaga terus-menerus, karena ini menyangkut kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Imron juga menyoroti besarnya potensi sektor pertanian dan peternakan di Madura yang dinilai mampu menjadi pilar kemandirian pangan daerah. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, distribusi yang belum merata, hingga perlunya penguatan kebijakan.
Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih serius merancang program strategis berbasis ketahanan pangan. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain peningkatan produktivitas petani, penguatan cadangan pangan, serta menjaga stabilitas harga di tingkat pasar.
Selain itu, Imron menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan di Pulau Madura.
“Dengan ketahanan pangan yang kuat, masyarakat tidak akan mudah terdampak gejolak harga maupun krisis pasokan. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Korwil Perum Bulog Madura, Ahmad Rofii, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Madura.
Ia menjelaskan, Bulog Madura bertanggung jawab dalam penyerapan hasil panen petani serta pendistribusian beras ke empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan terus kami jalankan untuk menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.
Dengan penguatan stok dan distribusi yang terjaga, diharapkan ketahanan pangan di Madura semakin kokoh dan mampu mendukung stabilitas pangan secara nasional. (*)
