KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana halaman GOR Lembupeteng, Tulungagung, pada Sabtu, 9 Mei 2026, mendadak dipenuhi lautan manusia.
Ratusan warga bersama tenaga kesehatan tumpah ruah mengikuti kegiatan senam bersama dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, SM., MM., didampingi jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pengurus PPNI Tulungagung.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan HUT PPNI tahun ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, kegiatan yang mengedepankan olahraga dan layanan kesehatan gratis merupakan langkah nyata membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
“Dengan tubuh yang sehat, kita tidak hanya bekerja lebih produktif, tapi juga melayani masyarakat dengan energi yang jauh lebih positif. Ini adalah langkah konkret kita meningkatkan derajat kesehatan di Tulungagung,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh perawat yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, PPNI memiliki peran penting tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga edukasi pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
“PPNI bukan sekadar organisasi profesi. Para perawat adalah edukator utama masyarakat agar lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
Momentum tersebut juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, tenaga medis, dan pemerintah daerah.
Suasana kekeluargaan tampak terasa saat peserta senam berbaur tanpa sekat bersama pejabat dan petugas kesehatan.
Selain senam bersama, PPNI Tulungagung menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis mulai dari pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, hingga konsultasi kesehatan umum.
Warga terlihat antusias memanfaatkan layanan tersebut sejak pagi hari.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran melalui aktivitas sederhana namun konsisten.
“Sehat itu sebenarnya sederhana. Bisa dimulai dengan jalan kaki, bersepeda, atau senam rutin. Yang terpenting adalah konsistensi,” pesannya.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Para perawat yang bertugas pun tampak sigap melayani setiap peserta yang datang memeriksakan kondisi kesehatannya.
Menutup acara, Plt. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan menjadikan pola hidup sehat sebagai budaya sehari-hari.
“Mari kita jadikan kesehatan sebagai gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan,” pungkasnya disambut tepuk tangan peserta.(*)
