KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pangan saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 Keuskupan Malang bertema Journey of Food di Gereja Paroki Gembala Baik Batu, pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Hal tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber air yang berkaitan erat dengan keberlangsungan sektor pertanian.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur, keberlanjutan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal.
Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar ketersediaan pangan dapat terjaga hingga generasi mendatang.
Ia juga menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk pangan kepada masyarakat. Melalui kesempatan itu, warga dapat mengenal produk lokal sekaligus mendukung usaha masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya bisa mengenal produk pangan lokal, tetapi juga ikut mendukung usaha masyarakat. Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa tumbuh dari lingkungan sendiri,” ujarnya.
Selain mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, politisi PKB ini mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan pangan. “Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang menopang aktivitas pertanian di Kota Batu,” tambah Cak Nur.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan, sehingga kebutuhan pangan pada masa mendatang tetap dapat terpenuhi.
“Keberlanjutan pangan berkaitan erat dengan kelestarian alam, terutama ketersediaan air yang menopang pertanian Kota Batu. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bergerak bersama menjaga lingkungan,” pungkasnya. (*)
