KETIK, SURABAYA – Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang dapat dimanfaatkan pelajar untuk mengenal lingkungan dan ekosistem pesisir.
Berada di Kecamatan Gunung Anyar, kawasan ini menawarkan pengalaman belajar di luar kelas melalui keberadaan berbagai jenis tanaman mangrove.
Kawasan yang berada di Pantai Timur Surabaya tersebut memiliki koleksi beragam jenis mangrove, termasuk Rhizophora spp.
Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat wisata lingkungan, tetapi juga memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi, edukasi, penelitian, hingga ruang pembelajaran mengenai ekosistem pesisir.
Kebun Raya Mangrove Surabaya juga menjadi salah satu destinasi yang direkomendasikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk kegiatan outing class atau Kegiatan Tengah Semester (KTS) bagi siswa SD dan SMP.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan, sekolah sebenarnya memiliki banyak pilihan tempat di dalam kota yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang belajar. Karena itu, kegiatan pembelajaran di luar kelas tidak harus dilakukan dengan bepergian ke luar Surabaya.
“Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS. Nah, itu kami mengimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore,” ujar Febri, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Selain menjadi tempat rekreasi, Kebun Raya Mangrove dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Pengunjung dapat mengenal struktur vegetasi mangrove, fungsi ekologis kawasan pesisir, hingga peran tanaman mangrove dalam menjaga lingkungan.
Kawasan tersebut juga dapat menjadi tempat untuk mengenalkan berbagai tantangan yang dihadapi wilayah pesisir. Mulai dari abrasi, erosi pantai, intrusi air laut, hingga perubahan fungsi lahan yang dapat memengaruhi keberlangsungan ekosistem mangrove.
Tidak hanya mengamati kawasan, kegiatan edukasi mangrove juga dapat diisi dengan pengenalan dasar ekosistem pesisir hingga penanaman mangrove. Pelaksanaannya menyesuaikan kondisi pasang surut, musim tanam, ketersediaan bibit, jenis substrat, serta ketentuan dari pengelola kawasan.
Pengembangan kawasan ini turut melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota, masyarakat, mahasiswa, komunitas, LSM, hingga sejumlah jejaring yang bergerak dalam pelestarian mangrove.
Dengan karakter sebagai kawasan mangrove perkotaan sekaligus kebun raya tematik, Kebun Raya Mangrove Surabaya dapat menjadi alternatif wisata yang memadukan rekreasi dan pembelajaran lingkungan. (*)
