Gubernur Khofifah Ikuti Dzikir dan Doa di Masjid Islamic Centre, Ajak Jadikan Momentum Tahun Baru Islam 1448 H Bangun Kesalehan Sosial

16 Juni 2026 14:50 16 Jun 2026 14:50

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Gubernur Khofifah Ikuti Dzikir dan Doa di Masjid Islamic Centre, Ajak Jadikan Momentum Tahun Baru Islam 1448 H Bangun Kesalehan Sosial

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela menghadiri dzikir, sholawat, doa akhir tahun 1447 Hijriah serta 1 Muharram awal tahun baru 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Senin malam, 15 Juni 2026. (Foto: Biro AdpimSetdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dzikir, sholawat, doa akhir tahun 1447 Hijriah serta 1 Muharram awal tahun baru 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Senin malam, 15 Juni 2026.

"Saya ingin kita memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, satu momentum yang secara saintifik memberikan pembelajaran yang sangat kuat bagaimana sesungguhnya proses hijrah kaum Muhajirin dan bagaimana kaum Anshar menjadi penolong," ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak beserta segenap Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, acara ini diisi oleh sekitar 5.000 masyarakat umum.

Kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriyah ini berjalan khidmat dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah. Adapula Tausiyah Tahun Baru Hijriyah disertai doa yang dibawakan oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz.

Gubernur Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara personal maupun sosial. Menurutnya, makna hijrah tidak sekadar perpindahan secara fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Sebab, menurutnya, Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran yang sangat penting dalam kehidupan.

Gubernur Khofifah menjelaskan, 1 Muharram merupakan momentum penting mengamalkan Surah Al-Maidah Ayat 2, yakni "Wa ta'awanu 'alal-birri wat-taqwa wa la ta'awanu 'alal-itsmi wal-'udwâni wattaqullah, innallaha syadidul-'iqab." Yang berarti, "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya."

"Pada posisi seperti inilah bagaimana sesungguhnya tolong-menolong di antara kita menjadi bagian penting untuk membangun kesolehan sosial. Dan yang penting juga bagaimana pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah bisa menjadi momen menghijrahkan kita," tuturnya.

"Kalau biasanya kita yang punya hutang, bisa hijrah menjadi lunas hutangnya. Atau dari yang semula punya hutang, bisa hijrah menjadi bisa menghutani. Dan yang tadinya bikin kegiatan minta sedekah, maka sekarang hijrah bikin kegiatan sekaligus mensedekahi. Jadi 1 Muharram ini ada proses hijrah yang positif yang bisa menggerakkan dari kebaikan yang satu menuju kebaikan-kebaikan berikutnya," lanjut Gubernur Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga meminta doa agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa amanah dan dimudahkan dalam melayani masyarakat. Di mana, pada peringatan tahun baru Hijriah ini, ia berharap agar semua program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Tak hanya pemanjatan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an, acara juga dimeriahkan dengan undian 15 paket Tabungan Umroh bagi Wajib Pajak Patuh oleh Gubernur Khofifah dan Forkopimda Jatim. Selain tabungan umroh, diundi pula berbagai doorprize berupa sepeda motor, laptop, TV dan 4 kulkas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Islamic Centre Tahun Baru Islam Info Jatim