Hadiri Muswil IKA UNAIR, Khofifah Tekankan Sinergi Indonesia Barat dan Timur

18 April 2026 19:33 18 Apr 2026 19:33

Siska Nabilah Q. N., Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hadiri Muswil IKA UNAIR, Khofifah Tekankan Sinergi Indonesia Barat dan Timur

Gubernur Khofifah saat Menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) IV dan ramah tamah IKA UNAIR Sulawesi Selatan yang digelar di Hall Maroa, The Rinra Makassar, Kamis, 16 April 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, MAKASSAR – Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) IV dan ramah tamah IKA UNAIR Sulawesi Selatan yang digelar di Hall Maroa, The Rinra Makassar, Kamis, 16 April 2026. 

Dalam forum tersebut, Khofifah menekankan pentingnya penguatan sinergi riset dan konektivitas pembangunan antara Indonesia Barat dan Timur secara inklusif dengan prinsip no one left behind.

Menurut Khofifah, sinergi lintas wilayah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan.

Ia menegaskan bahwa peran IKA UNAIR kini semakin strategis dalam menjembatani kolaborasi berbasis riset dan data.

“Sinergi menjadi kata kunci. Kita harus memastikan konektivitas Barat dan Timur terbangun dengan kuat, inklusif, dan berbasis riset, sehingga tidak ada yang tertinggal. No one left behind,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan, penguatan kolaborasi tidak hanya melibatkan alumni, tetapi juga harus mencakup perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), serta sektor publik.

Dalam konteks kawasan timur Indonesia, Khofifah menyebut Universitas Hasanuddin sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset dan inovasi.

“Kolaborasi antara PTN, PTS, serta sektor publik harus terus diperkuat. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Sebagai contoh praktik baik, Khofifah memaparkan sejumlah capaian Jawa Timur yang lahir dari sinergi multipihak.

Di sektor pendidikan, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah siswa SMA/SMK terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes selama tujuh tahun berturut-turut.

“Capaian ini lahir dari kolaborasi yang terstruktur. Ada sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah, sehingga pembinaan talenta bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Tak hanya itu, di sektor pertanian, Jawa Timur juga dinilai telah mencapai kedaulatan pangan melalui integrasi riset, pendampingan petani, dan kebijakan publik yang saling mendukung.

“Ini juga hasil sinergi. Mulai dari riset pertanian, pendampingan petani, hingga kebijakan publik yang terintegrasi, sehingga Jawa Timur tidak hanya mencapai ketahanan, tetapi sudah pada level kedaulatan pangan,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, capaian di sektor peternakan dan perikanan turut diperkuat oleh dukungan lembaga strategis seperti Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian di Jawa Timur yang berperan dalam pengembangan bibit unggul ternak.

“Capaian ini tidak berdiri sendiri. Kuncinya ada pada SDM yang disiapkan secara serius melalui sinergi. PR kita adalah pertama SDM, kedua SDM, dan ketiga SDM,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil IV serta mengucapkan selamat kepada Andi Marhamah yang terpilih sebagai Ketua IKA UNAIR Sulawesi Selatan periode 2025–2030.

“Selamat atas terlaksananya Muswil IV IKA UNAIR Sulsel dan selamat kepada Ibu Andi Marhamah. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat sinergi alumni,” ujarnya.

Di akhir, Khofifah berharap forum ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring alumni serta mendorong kolaborasi riset lintas wilayah yang berdampak pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi, kita bisa tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#KhofifahIndarParawansa #GubernurJatim #InfoMakassar IKAUnair #MusyawarahWilayah #BeritaApril