KETIK, MALANG – Kota Malang akan kembali menggelar Festival Mbois 11 dengan tajuk Malang Menyala. Dalam menyemarakkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang, perputaran ekonomi ditargetkan mencapai Rp50 miliar.
Festival Mbois 11 nanti berlangsung spesial sebab bertepatan dengan 3 momen penting. Mulai dari seabad Stadion Gajayana, 1 tahun Kota Malang meraih UNESCO Creative City of Media Arts, dan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut akan digelar selama 3 hari dimulai pada 21-23 Agustus 2025 di Stadion Gajayana. Berbeda dengan festival sebelumnya, tahun ini terdapat 5 klaster utama dalam Festival Mbois 11, yakni Sound of Malang Menyala, Malang Creative Connect, Malang Sportainment, Media Art Experience, dan Made by Arema.
Gedeon Soerja, Ketua Pelaksana menjelaskan target perputaran ekonomi tersebut bersumber dari penjualan tiket, produk UMKM, dan lainnya. Terlebih terdapat 300 stan untuk menampung pelaku UMKM dan seluruh subsektor ekonomi kreatif.
"Kita mentargetkan kemarin mempunyai skema untuk perputaran uang itu kita prediksi minimum Rp50 miliar. Kan ada penjualan tiket konser, jumlah stan yang hampir 300 untuk UMKM, kriya, fashion, ada retro market juga," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.
Pasalnya lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif juga terlibat meramaikan Festival Mbois ke-11. Target peserta pun cukup meriah yakni 20.000 pengunjung untuk hadir dalam konser, turnamen e-sport, Fun Run dan Fan Walk, konferensi internasional, serta berbagai kegiatan seru lainnya.
"Untuk 3 hari berturut-turut di Sound of Malang Menyala itu, hari pertama kita punya line up untuk band lokal Malang. Kemudian di hari kedua kita ada Iksan Skuter. Hari ketiga tradisi, nanti musik-musik etnik," katanya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan Festival Mbois juga mendapat perhatian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Ekraf, Kementerian Koperasi, hingga Staf Khusus Presiden.
"Memang tidak dipungkiri bahwa event ini nanti akan menampilkan 17 subsektor ekonomi kreatif yang selama ini kita bangun bersama-sama dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan," kata Baihaqi.
Selama ini Festival Mbois kerap diselenggarakan di MCC. Namun tahun ini secara khusus memanfaatkan area luar dan dalam Stadion Gajayana yang merupakan stadion tertua di Indonesia.
"Dalam momen ini nilai sejarah ingin kita tunjukkan untuk membangkitkan seluruh stakeholder yang ada di Kota Malang untuk membangun kreativitas yang sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif yang ada di Kota Malang," lanjutnya.(*)
