KETIK, CILACAP – Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.
Penekanan tersebut disampaikan Aryudha saat memberikan pengarahan dalam kegiatan bertema “Bersama Cegah Karhutla, Lindungi Lingkungan dan Wujudkan Kawunganten Bebas Asap” yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Kawunganten, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, BPBD, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam arahannya, Aryudha menegaskan pencegahan Karhutla bukan menjadi tanggung jawab satu instansi saja.
Menurutnya, diperlukan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kerja sama seluruh unsur agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa merespons setiap kejadian dengan cepat. Jangan sampai persoalan kecil di lapangan berkembang menjadi masalah yang lebih besar, oleh karena itu seluruh unsur harus memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan yang sama,” ungkap Aryudha.
Ia juga mengingatkan agar Karhutla tidak dianggap sebagai kejadian biasa atau rutinitas setiap tahun.
Meski sejumlah kejadian Karhutla selama 2026 dapat ditanggulangi dengan cepat, setiap peristiwa tetap harus menjadi bahan evaluasi bersama.
“Jangan karena selama ini setiap kejadian bisa kita tangani dengan cepat, kemudian kita menganggap Karhutla sebagai sesuatu yang biasa. Setiap kejadian harus kita jadikan evaluasi, mulai dari penyebabnya, lokasi, pola penyebaran api, kecepatan penanganan sampai kendala yang dihadapi di lapangan,” katanya.
Menurut Aryudha, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api.
Hal yang lebih utama adalah kemampuan seluruh unsur dalam mencegah kebakaran, melakukan deteksi dini, dan mengambil tindakan secara cepat.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya ketika api sudah padam, yang lebih penting adalah bagaimana kebakaran itu bisa kita cegah, bagaimana kita mengetahui lebih awal, dan bagaimana kita bisa bergerak cepat ketika ada laporan,” ujar Aryudha.
Dandim 0703/Cilacap juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah yang rawan Karhutla.
Pemetaan tersebut mencakup pengetahuan mengenai akses dan rute menuju lokasi serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran.
Ia meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini Karhutla.
“Masyarakat di sekitar hutan justru menjadi mata dan telinga kita di lapangan. Mereka yang setiap hari berada di sana tentu lebih cepat mengetahui kalau ada asap, titik api atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Karena itu, masyarakat harus kita libatkan dan diberdayakan,” terang Aryudha.
Lebih lanjut, Aryudha menegaskan upaya pencegahan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika musim kemarau tiba.
Kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Jangan kita bergerak hanya ketika sudah terjadi kebakaran. Pencegahan harus dilakukan terus-menerus. Kita bangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Seusai memberikan pengarahan, Aryudha bersama unsur terkait melakukan peninjauan terhadap alat pemadam kebakaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengecekan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Perhutani, MPA, dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.(*)
