KETIK, SITUBONDO – Camat Asembagus, Faishol Afandi menyambut hangat kedatangan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Asembagus, Selasa 14 Juli 2026.
Penyambutan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Asembagus tersebut menjadi awal dimulainya rangkaian kegiatan KKN yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Jember, Universitas Soebandi, STKIP PGRI Situbondo, dan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo.
Dalam sambutannya, Faishol Afandi menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, para mahasiswa akan ditempatkan di enam desa, yakni Desa Kedunglo, Desa Awar-awar, Desa Mojosari, Desa Kertosari, Desa Trigonco, dan Desa Wringinanom.
"Mahasiswa KKN Kolaboratif ini diharapkan dapat membantu verifikasi dan validasi data kemiskinan di Kecamatan Asembagus agar lebih akurat dan valid, terutama di saat yang bersamaan BPS sedang melaksanakan sensus ekonomi," ujar Faishol.
Ia menjelaskan, kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinan menjadi salah satu fokus utama KKN tahun ini, sejalan dengan arahan Bupati Situbondo, Mas Rio, saat pelepasan mahasiswa KKN Kolaboratif.
"Sesuai arahan Mas Rio Bupati Situbondo saat pelepasan mahasiswa KKN Kolaboratif di Alun-Alun Situbondo, adik-adik mahasiswa diminta fokus pada verval data, terutama untuk desil 1 dan 2 yang merupakan bagian dari kelompok kemiskinan ekstrem," katanya.
Faishol juga mengajak seluruh mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, pendamping sosial, serta masyarakat agar pelaksanaan KKN berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif di Kecamatan Asembagus. Semoga selama menjalankan pengabdian dapat bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi pembangunan desa," ujarnya.
Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga diminta aktif melakukan pengecekan langsung di lapangan dan berkoordinasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Apabila ditemukan ketidaksesuaian data atau kondisi yang berbeda dengan data administrasi, mahasiswa diminta segera melaporkannya kepada pemerintah kecamatan untuk ditindaklanjuti.
"Jika menemukan data yang janggal atau ketidaksesuaian antara data di lapangan, bisa diinformasikan lebih lanjut ke Kantor Kecamatan Asembagus," tambah Faishol.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN menyatakan kesiapan untuk menjalankan program pengabdian sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui KKN Kolaboratif tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa, khususnya mendukung penyusunan data kemiskinan yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.(*)
.png)