KETIK, BONDOWOSO – Transformasi digital yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendapat pengakuan. Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., meraih Radar Jember Award 2026 dalam kategori “The Gateway Leader in Economic and Digital Transformation”.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar di Hotel Fortuna Grande Jember, Kamis (20/8/2026). Capaian ini menjadi apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah perubahan pola transaksi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Pemkab Bondowoso memilih untuk tidak tinggal diam. Digitalisasi mulai didorong hingga menyentuh sektor ekonomi kerakyatan, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memperluas penggunaan sistem pembayaran digital. Ratusan pelaku UMKM di Bondowoso mulai beradaptasi dengan transaksi non-tunai melalui QRIS, sebagai bagian dari upaya membuka akses ekonomi yang lebih modern dan kompetitif.
Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa digitalisasi bagi pelaku UMKM tidak boleh dipandang sebatas perubahan metode pembayaran.
“Bagi pelaku UMKM, digitalisasi bukan sekadar perubahan cara membayar. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan daya saing usaha,” ujar Abdul Hamid.
Ia mengatakan, penghargaan Radar Jember Award 2026 bukan semata-mata menjadi capaian pribadi, melainkan bentuk pengakuan atas kerja bersama seluruh elemen di Bondowoso dalam mendorong perubahan dan inovasi.
“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan menghadirkan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Transformasi digital harus menjadi jalan untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” tegasnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Digitalisasi tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi produk dan usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Yang terpenting, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi. Pelaku UMKM, generasi muda, dan seluruh masyarakat harus menjadi bagian dari perubahan ini agar Bondowoso memiliki daya saing yang semakin kuat,” tambahnya.
Karena itu, transformasi digital terus diarahkan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berupaya menghadirkan inovasi dan kebijakan yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
Penghargaan Radar Jember Award 2026 tersebut menjadi dorongan baru bagi Bondowoso untuk mempercepat transformasi di berbagai bidang. Langkah digitalisasi pun tidak berhenti pada sektor UMKM dan ekonomi semata.
Pemanfaatan teknologi juga mulai diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah. Bondowoso berupaya menggabungkan kekayaan alam, nilai-nilai kearifan lokal, serta inovasi modern dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Bondowoso memiliki potensi besar, baik di sektor ekonomi, UMKM, pertanian maupun pariwisata. Tugas kami adalah memastikan potensi itu dapat dikembangkan dengan inovasi dan dukungan teknologi, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Bupati.
Dengan arah pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya bergerak lebih cepat, tetapi juga mampu melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Penghargaan yang diterima Bupati Abdul Hamid Wahid pun menjadi penanda bahwa langkah Bondowoso menuju transformasi ekonomi dan digital mulai mendapat perhatian. Tantangan berikutnya adalah memastikan perubahan tersebut benar-benar dirasakan hingga ke tingkat masyarakat dan mampu memperkuat daya saing daerah di masa depan. (*)
.png)