KETIK, MALANG – Pelaksanaan Upacara Ngembak Geni oleh Umat Hindu Malang Raya berlangsung khidmat di Candi Badut pada Selasa (12/3/2024). Sudah dua kali sejak tahun 2023 lalu pelaksanaan Ngembak Geni bertepatan dengan hari pertama puasa Ramadan.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, Prof Dr I Made Wartana MT menjelaskan, terdapat nilai-nilai toleransi yang tinggi dalam momen Nyepi pada tahun baru saka 1946.
"Nilai toleransinya, kebersamaan, persatuan dan kesatuannya sangat tinggi. Puji syukur ketika Umat Hindu berpuasa kemarin, rekan kita Muslim juga saat ini bersamaan puasa. Itu hanya Tuhan yang mengatur," ujarnya saat ditemui usai Upacara Ngembak Geni.
Perilaku yang saling menghormati yang tercermin antar umat juga mencerminkan salah satu nilai yang ada dalan Tri Hita Karana. Umat Hindu dalam mencapai kebahagiaan harus menjaga harmoni dengan Yang Maha Kuasa atau Parahyangan. Kedua ialah Pawongan, atau menjaga harmoni sesama manusia sebagai makhluk sosial.
"Pawongan itu harmoni antar sesama manusia sebagai makhluk sosial. Kita harus menjaga harmoni, misalnya mungkin kemarin kita melakukan hal-hal di luar kontrol. Sekarang kita kembali sebagai makhluk sosial dan harus menatap masa depan. Mau bagaimanapun kita harus bersatu pada sesuai nilai Pancasila," lanjutnya.
Nilai ketiga ialah Pelemahan atau menjaga harmoni dengan alam semesta beserta isinya. Hal ini diwujudkan dalam pelaksanaan tawur kesanga sebagai persembahan kepada alam semesta.
"Kita mengambil sari-sari dari alam semesta maka kita harus membayarnya. Setelah itu pawai ogoh-ogoh yang menyimbolkan hal-hal buruk seperti dengki, marah, bermusuhan. Kita keliling untuk menyerap energi negatif untuk seluruh alam semesta. Mudah-mudahan ini nyom-nyom, artinya menetralisir, mengharmonisasi, sifat-sifat buruk, sifat-sifat raksasa menjadi sifat dewa," jelas Made.
Melalui Ngembak Geni ini, secara harafiah menghidupkan api kembali untuk dapat beraktivitas sepertisedia kala dengan nilai spiritual yang sudah jauh berbeda. Setelah Upacara Ngembak Geni, juga dilakukan Dharma Santi atau mencapai damai berdasarkan kebenaran.
"Tentu diisi dengan Simakrama, kalau bahasanya teman-teman muslim itu silaturrahmi. Kita saling memaaf-maafkan, bersuka ria setelah berhasil melakukan Catur Brata Penyepian dan semua rangkaian Nyepi," tambahnya.(*)
Bebarengan dengan Hari Pertama Ramadan, Umat Hindu Kota Malang Ngembak Geni di Candi Badut
12 Maret 2024 07:30 12 Mar 2024 07:30
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Pelaksanaan Upacara Ngembak Geni yang dilakukan oleh Umat Hindu di Candi Badut. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Upacara Ngembak Geni Perayaan Nyepi Umat Hindu Kota Malang Hindu Malang Raya PHDI Kota Malang Candi BadutBaca Juga:
Upacara Ngembak Geni, Umat Hindu Se-Malang Raya Padati Candi BadutBaca Juga:
Filosofi di Balik Desain TransJatim Malang Raya: Mulai Biru Arema hingga Raja GajayanaBaca Juga:
Momen Hari Raya Nyepi, Simak Tri Parartha yang Dipegang Teguh Umat HinduBaca Juga:
Tak Hanya Ibadah, Upacara Ngembak Geni Jadi Upaya Pembersihan Spiritual Candi BadutBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
14 April 2026 16:31
Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji
14 April 2026 16:25
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April
14 April 2026 15:34
Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi
14 April 2026 14:57
DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas
13 April 2026 19:05
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota
13 April 2026 17:45
Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Perpisahan SMA 3 Brebes Digelar di Hotel, Panitia Berikan Penjelasan
