Anak Muda Blitar Bergerak! Satsu Fest 2026 Jadi Bukti Nyata Kekuatan Generasi Baru

2 Mei 2026 22:48 2 Mei 2026 22:48

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Anak Muda Blitar Bergerak! Satsu Fest 2026 Jadi Bukti Nyata Kekuatan Generasi Baru

Satsu fest di Kota Blitar, Sabtu 2 Mei 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Denyut kreativitas anak muda dan geliat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) berpadu dalam gelaran Saturday–Sunday Festival (Satsu Fest) 2026 yang berlangsung di Kampus Universitas Islam Balitar (Unisba), Jalan Majapahit, Kota Blitar, Sabtu, 2 Mei 2026.

 

Acara yang diinisiasi Rumah BUMN Blitar bersama Unisba ini tak sekadar festival biasa. Di balik riuhnya bazar dan kompetisi, tersimpan semangat besar: mendorong UMKM lokal naik kelas di tengah arus persaingan ekonomi yang semakin dinamis.

 

Sebanyak 27 tenant ambil bagian dalam kegiatan ini. Menariknya, 15 di antaranya merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Blitar yang telah melalui proses pendampingan berkelanjutan. Selain bazar produk, pengunjung juga disuguhkan berbagai agenda seperti workshop, olimpiade, kompetisi kreatif, hingga sesi berbagi inspiratif.

 

Salah satu sorotan utama datang dari sesi sharing bertema “Mastering Brand & Marketing Strategy”yang menghadirkan pakar internasional, Mick Walvisch. Materi ini menjadi bekal penting bagi pelaku usaha untuk memperkuat identitas merek dan strategi pemasaran di era digital.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, yang hadir membacakan sambutan Wali Kota Blitar Sauqul Muhibbin, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong ekonomi kreatif.

 

“Satsu Fest ini bukan hanya perayaan, tapi cerminan bahwa anak muda Blitar punya ide besar, semangat kolaborasi, dan daya saing yang kuat,” ujar Parminto.

 

Ia menambahkan, di tengah perubahan dunia kerja yang cepat, mahasiswa dituntut tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dalam berorganisasi dan berwirausaha.

 

“Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman, menciptakan peluang, dan membawa dampak nyata bagi ekonomi daerah,” imbuhnya.

 

Dari sisi penyelenggara, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program PLN Peduli melalui Rumah BUMN Blitar.

 

“Kami ingin membangun ekosistem UMKM yang kuat. Tidak hanya jualan, tapi juga dibekali ilmu, strategi, dan jaringan,” jelasnya.

 

Ia menyebut, antusiasme peserta dalam Satsu Fest volume pertama ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat untuk agenda selanjutnya.

 

Saat ini, Rumah BUMN Blitar tercatat membina hampir 1.500 UMKM dari berbagai sektor. Ke depan, sinergi dengan perguruan tinggi akan terus diperkuat untuk menjembatani teori akademis dengan praktik bisnis di lapangan.

 

Sementara itu, Pengampu Rumah BUMN Blitar, Sulistiyaningsih, melihat Satsu Fest sebagai ruang tumbuh bagi wirausaha muda.

 

“Kami ingin menciptakan wadah yang bukan hanya menjual produk, tapi juga melahirkan inovasi dan kolaborasi baru,” ujarnya.

 

Menurutnya, fasilitas seperti co-working space dan program kolaboratif menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha secara lebih modern.

 

Satsu Fest 2026 diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak inovasi dari Blitar. Bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang hidup tempat ide bertemu peluang, dan mimpi perlahan menemukan jalannya.

 

Ke depan, evaluasi kegiatan akan dilakukan melalui survei dan laporan peserta, sebagai bahan penyempurnaan untuk gelaran berikutnya. Sebab di kota kecil yang hangat ini, langkah-langkah kecil sedang disusun menuju panggung yang lebih besar.

Tombol Google News

Tags:

Satsu Fest Umkm Blitar Kota Blitar Berita Blitar