KETIK, MALANG – Rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang di kawasan Stadion Kanjuruhan akan menjadi sebuah gebrakan baru menanggalkan pola lama warisan era kolonial. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir.
Selama ini, kata ia, mayoritas Alun-Alun selalu identik dekat dengan bangunan pendopo maupun kantor pemerintahan. Hal ini disebut-sebut merupakan konsep warisan zaman kolonial.
"Tidak ada aturan hukum yang menyebut Alun-Alun harus berada di depan pendopo atau kantor pemerintahan. Bahkan pola Alun-Alun di depan kantor penguasa itu merupakan warisan tata kota kolonial. Konsep lama yang memang dirancang agar rakyat berkumpul menghadap pusat kekuasaan," ujar Abdul Qodir, Senin, 25 Mei 2026
Menurut pria yang akrab disapa Adeng ini, rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen di kawasan Stadion Kanjuruhan menandakan bahwa pemerintahan Bupati Sanusi berani keluar dari pola pikir lama.
"Hari ini kita harus berani keluar dari pola pikir warisan penjajah. Kabupaten Malang membutuhkan konsep Alun-Alun yang membumi kepada rakyat, bukan sekadar melestarikan simbol tata kota kolonial," tuturnya.
Dikatakannya, Alun-Alun Kepanjen nantinya harus diposisikan sebagai ruang publik strategis yang menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga rekayasa lalu lintas masyarakat modern. Bukan sekedar taman seremonial belaka.
"Jadi Alun-Alun bukan hanya tempat orang duduk melihat burung merpati lalu pulang. Tetapi menjadi instrumen tata kota. Kota modern memang dibangun dengan logika efisiensi, efektivitas, dan manfaat jangka panjang," ucap Adeng, yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu.
Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan berpandangan, lokasi Alun-Alun Kepanjen yang nantinya berada di sisi Selatan Stadion Kanjuruhan justru lebih visioner dan strategis.
"Ketika pertandingan Arema digelar, kawasan itu selama ini mengalami penumpukan massa dan kemacetan luar biasa. Kehadiran Alun-Alun di titik tersebut dapat menjadi ruang distribusi keramaian, mengurai konsentrasi massa Aremania, sekaligus membuka akses keluar masuk stadion dari berbagai arah," ungkapnya.
Adeng pun melihat perihal akses Alun-Alun Kepanjen yang lebih memudahkan dijangkau masyarakat bila ditempatkan di kawasan Stadion Kanjuruhan, dibandingkan di kawasan Pendopo Kepanjen.
Kalau lahannya lebih luas, aksesnya lebih terbuka, dan dampaknya lebih besar bagi masyarakat, kenapa harus dipaksa berpikir bahwa Alun-Alun wajib berada di depan kantor Bupati?," jelas pria yang juga anggota Komisi III itu.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar Alun-Alun Kepanjen dibangun dengan konsep modern, terukur, megah, dan punya manfaat nyata.
"Bukan hanya ramah UMKM, tetapi juga menjadi pusat smart center rakyat. Bayangkan ada wifi gratis super cepat, ruang belajar terbuka, taman edukasi digital, area diskusi pelajar, hingga ruang kreatif anak muda. Jadi masyarakat bisa belajar di tengah ruang hijau, bukan hanya datang untuk berfoto lalu pulang," beber Adeng.
Terakhir, Adeng bilang, kawasan Stadion Kanjuruhan dan Alun-Alun Kepanjen nantinya akan jadi satu kesatuan yang saling melengkapi.
"Kalau stadion adalah jantung sportivitas, maka Alun-Alun harus menjadi paru-paru intelektual rakyat Kabupaten Malang," pungkasnya.
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
25 Mei 2026 12:28 25 Mei 2026 12:28
Gumilang
Editor
Bupati Malang Sanusi, bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir saat meninjau lahan yang akan dibangun Alun-alun. (Foto: Binar Gumilang/ketik.com)
Tags:
Alun-alun Kepanjen Kabupaten Malang Stadion Kanjuruhan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten MalangBaca Juga:
Proyek Alun-alun Kepanjen Kabupaten Malang Baru Rencana, Spekulan Mulai Jual Tanah Sekitar Stadion KanjuruhanBaca Juga:
Alun-alun Kepanjen Dibangun di Sisi Selatan Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Netizen Adu Ide Desain EstetikBerita Lainnya oleh Gumilang
25 Mei 2026 13:50
BMW Ditinjau Sekda Budiar, ASN Pemkab Malang Antusias Bayar Pajak Lewat QRIS
25 Mei 2026 12:28
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
22 Mei 2026 21:00
Skrining Mata Digital dan Pemberian Kacamata Dukung TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo
22 Mei 2026 20:00
Satgas TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo Bersama Warga Bahas Dampak Pembangunan Pasca-TMMD
22 Mei 2026 19:00
Satgas TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo Rampungkan Tandon SPAM Dusun Klagin
22 Mei 2026 18:00
TMMD ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe Rampung, Infrastruktur Baru Siap Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
Trending
Ini Empat Alasan Khusus Mengapa Flyover Gedangan Sidoarjo Digeser ke Timur
Sapi Bobot 1 Ton asal Pacitan Dipilih untuk Kurban Iduladha Presiden, Dibanderol Rp90 Juta
SPMB Kota Malang Memanas! Ribuan Siswa Tak Bisa Masuk Sekolah Negeri
Jelang Purna Tugas, Kadishub Kota Malang Targetkan Jalur Baru Angkot dan Realisasi Angkutan Pelajar
