TIDAR Halsel Bidik Jalur BBM Nakal, Rosita: Jika Terbukti, Kami Bawa ke Pusat

9 Juli 2026 21:12 9 Jul 2026 21:12

Thumbnail TIDAR Halsel Bidik Jalur BBM Nakal, Rosita: Jika Terbukti, Kami Bawa ke Pusat

Rosita Syarif Ketua PC TIDAR Halmahera Selatan (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Ketua Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya atau TIDAR Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Rosita Syarif, mengeluarkan peringatan keras terhadap dugaan ketimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Halsel.

Rosita menegaskan, distribusi BBM tidak boleh menjadi ruang gelap yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Menurutnya, BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, harus sampai kepada masyarakat secara tertib, adil, dan sesuai peruntukan.

“Kami mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak bermain-main dalam distribusi BBM di Halmahera Selatan. Ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat banyak. Kalau ada yang mencoba menyimpangkan, maka harus siap berhadapan dengan aturan,” kata Rosita Kamis, 9 Juli 2026.

Rosita mengatakan, TIDAR Halsel telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait dugaan kecurangan distribusi BBM di beberapa titik. Salah satu wilayah yang kini menjadi perhatian berada di Kecamatan Bacan Timur, terutama Desa Babang.

Menurut Rosita, laporan masyarakat tersebut tidak boleh dibiarkan menguap tanpa penelusuran. Ia menyebut, setiap informasi yang masuk akan dihimpun, diperiksa, dan didorong menjadi bahan pengawasan bersama agar dugaan permainan BBM tidak terus berulang.

“Kami sudah menerima laporan dari masyarakat. Ada beberapa titik yang disebut mengalami dugaan ketimpangan distribusi, termasuk wilayah Bacan Timur, khususnya Babang. Ini akan kami lihat secara serius, karena keluhan warga tidak boleh dianggap angin lalu,” ujarnya.

Sikap TIDAR Halsel itu menyusul penegasan Ketua DPP Partai Gerindra, Bambang Haryadi, yang sebelumnya menyatakan Gerindra menyiapkan hadiah Rp10 juta bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi disertai bukti terkait penyelewengan BBM subsidi, khususnya solar.

“Partai Gerindra menyiapkan Rp10 juta bagi siapa pun masyarakat yang memberikan informasi mengenai penyelewengan BBM subsidi, khususnya solar,” kata Bambang, Sabtu 14 April 2026.

Rosita menilai, arahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan BBM tidak boleh hanya bertumpu pada pemerintah atau aparat. Masyarakat, organisasi, wartawan, dan elemen sipil harus ikut memastikan distribusi BBM berjalan bersih.

Ia mengatakan, TIDAR Halsel akan melibatkan sejumlah wartawan dan beberapa pihak lain untuk ikut mengawasi, menelusuri, serta meluruskan dugaan ketimpangan distribusi BBM di lapangan. Langkah itu, kata Rosita, bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi untuk menjaga hak masyarakat agar tidak dirampas oleh praktik yang merugikan.

“Kami akan libatkan wartawan dan beberapa pihak lain. Tujuannya sederhana, agar distribusi BBM di Halsel tidak dibiarkan berjalan dalam ruang yang gelap. Semua harus terang. Semua harus bisa diawasi,” tegasnya.

Rosita juga meminta masyarakat tidak takut menyampaikan informasi jika menemukan dugaan penyimpangan. Ia menekankan, laporan sebaiknya disertai bukti yang jelas, baik berupa foto, video, waktu kejadian, lokasi, maupun keterangan pendukung lain.

Menurutnya, dugaan penyimpangan BBM tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memukul langsung masyarakat kecil. Nelayan, petani, sopir angkutan, pelaku usaha kecil, dan warga biasa menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya ketika distribusi BBM tidak berjalan lurus.

“Kalau BBM dimainkan, yang paling dulu merasakan susahnya adalah masyarakat kecil. Karena itu kami mengajak semua elemen masyarakat ikut mengawasi. Jangan diam kalau melihat sesuatu yang tidak wajar,” kata Rosita.

Rosita menegaskan, bila dalam pengawasan ditemukan dugaan pelanggaran yang kuat, pihaknya tidak akan berhenti pada teguran di tingkat daerah. TIDAR Halsel, kata dia, siap meneruskan laporan tersebut ke tingkat pusat agar pihak yang terbukti bermain dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau nanti ditemukan bukti kuat, kami tidak akan segan membawa laporan itu ke pusat. Siapa pun yang terbukti bermain dalam distribusi BBM harus diganjar sesuai ketentuan. BBM bukan ladang permainan, apalagi di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

pengawasan BBM Tidar Halsel Rosita Syarif Halmahera Selatan Maluku Utara