KETIK, SAMPANG – Susan (35), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Crecet, Desa Tobai, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah sekitar 20 tahun bekerja di Yordania tanpa kabar kepada keluarganya.
Selama dua dekade kehilangan komunikasi, keluarga Susan bahkan sempat meyakini bahwa perempuan tersebut telah meninggal dunia karena tidak pernah lagi memberikan kabar sejak beberapa tahun setelah keberangkatannya.
Kepulangan Susan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania. Setibanya di Indonesia, ia dijemput oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada 16 Juni 2026.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Sampang melalui stafnya, M. Lutfi, mengatakan bahwa pihaknya pertama kali menerima informasi dari KBRI di Yordania mengenai pemulangan seorang PMI asal Sampang.
"Kami mendapat informasi ada pemulangan dari Yordania atas nama Susan, warga Sampang. Setelah ditelusuri, kami berhasil menemukan keluarganya di Kecamatan Sokobanah, lalu kami melakukan penjemputan di Bandara Surabaya," ujarnya. Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut M. Lutfi, Susan berangkat ke Yordania untuk bekerja pada akhir 2006. Selama sekitar satu tahun pertama, komunikasi dengan keluarga masih berlangsung dengan baik. Namun setelah itu, seluruh kontak terputus tanpa diketahui penyebabnya.
"Susan berangkat saat itu usianya sekitar 15 tahun. Namun, selama hampir 20 tahun keluarganya tidak mengetahui kabarnya. Mereka mengira Susan telah meninggal dunia karena tidak pernah ada kontak lagi," katanya. (*)
.png)