Menyelamatkan Gelora Kieraha, Menuntaskan Polemik Aset demi Sepak Bola Maluku Utara

Editor: Mursal Bahtiar

20 Agt 2025 15:05

Thumbnail Menyelamatkan Gelora Kieraha, Menuntaskan Polemik Aset demi Sepak Bola Maluku Utara
Risno Tess, Sekretaris Persihalsel sekaligus pencinta sepak bola Maluku Utara (Foto: Mursal/Ketik)

KETIK, MALUKU UTARA – Di sebuah stadion tua yang menghadap laut Maluku Utara, riuh dan gelisah bertemu dalam satu panggung. 

Stadion Gelora Kieraha, yang pernah menjadi benteng kebanggaan Persiter Ternate, kini kembali ramai. Bukan semata karena laga sepak bola, melainkan karena perebutan status kepemilikan yang mengancam denyut baru sepak bola di jazirah Maluku Utara.

Dalam pusaran polemik itu, suara seorang pegiat sepak bola muncul jernih. Risno Tess, Sekretaris Persihalsel (Perserikatan Sepak bola Indonesia Halmahera Selatan), berbicara dengan nada sederhana namun tegas.

“Selamatkan Gelora Kieraha, selamatkan sepak bola Maluku Utara.” tulis Noris sapaan akrab Risno Tess dalam rilis Rabu, 20 Agustus 2025.

Baca Juga:
2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

Bagi Noris, Gelora Kie Raha lebih dari sekadar bangunan beton dan hamparan rumput hijau. Menurut dia, itu adalah simbol kolektif, tempat di mana ribuan orang pernah menyanyikan yel Persiter, di mana air mata harapan dan kebanggaan tumpah bersamaan. Stadion ini pernah menjadi titik temu, mengikat Ternate, Tidore, Bacan, hingga Morotai dalam satu bahasa universal yakni sepak bola.

Noris bilang, ketika Persiter perlahan tenggelam dari panggung nasional, stadion itu ikut kehilangan napas. Tribunnya berdebu, rumputnya kering, dan sorak-sorai berubah jadi sunyi. Hingga hadirnya Malut United, klub baru yang menyulut kembali gairah lama.

Lanjut Noris, dalam waktu singkat, stadion yang dulu kusam itu dipoles ulang menjadi megah, berkelas, dan layak bersaing di kancah nasional. Kehadirannya bukan hanya menghidupkan sepak bola, tapi juga membangkitkan kembali identitas Maluku Utara di peta olahraga Indonesia.

“Malut United datang seperti obat bagi kerinduan panjang masyarakat. Stadion kembali hidup, anak-anak bisa bermimpi lagi, dan kita merasa punya kebanggaan baru,” ungkap Noris.

Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Namun ia mengutarakan gairah itu mendadak terancam. Di mana Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat mengklaim Stadion Gelora Kieraha masih bagian dari aset mereka, warisan sebelum pemekaran wilayah dan Pemerintah Kota Ternate membantah tegas klaim tersebut.

Menurutnya, perselisihan administratif ini berubah menjadi momok ketika manajemen Malut United menyatakan akan mencari markas di luar Maluku Utara jika polemik tidak segera diselesaikan. Noris nyatakan, ancaman itu membuat masyarakat resah, seolah harapan yang baru tumbuh kembali harus layu sebelum mekar.

“Bayangkan, setelah bertahun-tahun kita haus, segelas air sudah di tangan. Tapi sebelum diminum, tiba-tiba ada yang merebutnya. Begitulah rasanya bagi kami pecinta bola,” tuturnya.

Ironisnya, secara hukum persoalan ini sejatinya tak perlu terjadi. Untuk itu, Noris menjabarkan aturan terkait kepemilikan aset tersebut: 

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemekaran Daerah menegaskan, seluruh aset kabupaten induk yang berada di wilayah kabupaten/kota baru wajib diserahkan.

Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 memperkuat aturan itu: Pasal 24 mewajibkan pengalihan aset, sementara Pasal 33 memberikan tenggat maksimal lima tahun pasca peresmian daerah baru.

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2001 bahkan lebih lugas: semua barang milik daerah yang terletak di wilayah pemekaran otomatis menjadi milik daerah baru, termasuk tanah, bangunan, hingga dokumen administrasi.

"Kalau kita bicara aturan, Jelas bahwa, benar secara administrasi aset tersebut pernah tercatat sebagai aset milik Kabupaten Induk Maluku Utara, namun ketentuan telah mengatur peralihan aset pasca Undang-undang Pemekaran dan ketentuan lainnya yang telah disahkan oleh Pemerintah Pusat"

"Jadi saya rasa Pemkab Halmahera Barat hanya ingin menata administrasi asetnya. Tapi jangan sampai administrasi membunuh semangat masyarakat" tegas Noris. 

Ia menuturkan, bagi masyarakat Maluku Utara, Gelora Kieraha bukanlah sebatas aset. Ia adalah ruang persaudaraan, tempat mimpi-mimpi lahir, dan simbol identitas yang mengatasi batas-batas geografis.

“Di stadion ini, orang Bacan bisa duduk berdampingan dengan orang Tidore. Suporter dari Morotai bisa bersorak bersama orang Ternate. Gelora Kieraha adalah rumah bersama, bukan milik satu daerah saja,” kata Noris.

Pria yang juga ikut serta mengangkat nama Persihalsel ke kanca nasional ini memberi pertanyaan ke publik sembari menegaskan polimik dan bola panas seutuhnya ada di tangan pemerintah. Apakah Kota Ternate dan Halmahera Barat mampu duduk bersama, menuntaskan polemik ini dengan kepala dingin, atau justru membiarkan perselisihan merampas harapan publik?

“Jangan biarkan stadion ini jadi sumber perpecahan. Duduklah bersama, bicara dengan bijak. Karena jika Malut United pergi, yang hilang bukan hanya stadion, tapi juga harapan ribuan anak muda di Maluku Utara,” pesan Risno, sekaligus seruan dari seorang pecinta bola yang percaya sepak bola lebih besar daripada ego sektoral.

Baca Sebelumnya

Persebaya Umumkan Tambah Pemain Asing, Dikenalkan 23 Agustus 2025

Baca Selanjutnya

Bantu Kebutuhan Beras Masyarakat, Diskopindag Kota Malang Dukung Pelaksanaan Pasar Murah

Tags:

Risno Tess Polemik Gelora Kieraha Selamatkan Gelora Kieraha sepak bola Maluku Utara

Berita lainnya oleh Mursal Bahtiar

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

14 April 2026 09:50

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

14 April 2026 06:53

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

13 April 2026 19:02

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

12 April 2026 17:06

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

12 April 2026 16:36

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

12 April 2026 10:24

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H