Mengenal Bangunan Ikonik Jembatan Pelor, Jadi Saksi Sejarah Perkembangan Kota Malang

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dendy Ganda Kusumah

1 Apr 2026 09:00

Thumbnail Mengenal Bangunan Ikonik Jembatan Pelor, Jadi Saksi Sejarah Perkembangan Kota Malang
Kondisi Jembatan Pelor Kota Malang yang menjadi akses jalan tembus penghubung Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro Oro Dowo Kecamatan Klojen, Kamis, 26 Maret 2026. Sebelum beralih fungsi menjadi jalan tembus untuk sepeda motor, dulunya Jembatan Pelor berfungsi sebagai jalur lori pengangkut tebu menuju Pabrik Gula Kebon Agung. (Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebentar lagi, atau tepatnya pada tanggal 1 April mendatang, Kota Malang resmi memasuki usia ke-112 tahun. Selain vibes suasana dan keramahan warganya, Kota Malang juga dikenal memiliki berbagai bangunan ikonik dan bersejarah.

Salah satunya adalah bangunan Jembatan Pelor Kota Malang yang digunakan untuk perlintasan sepeda motor, sekaligus jalan tembus dan jalur penghubung antara Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen.

Melihat dari bentuk serta lebarnya, ternyata dulunya Jembatan Pelor berfungsi sebagai jalur lori pengangkut muatan tebu menuju Pabrik Gula (PG) Kebon Agung.

Pemerhati sejarah Kota Malang, Agung Buana, menuturkan Jembatan Pelor dibangun tidak lama setelah berdirinya PG Kebon Agung pada tahun 1905. Saat itu, wilayah Kelurahan Samaan dan sekitarnya masih berupa hamparan ladang tebu.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

"Kala itu, kebutuhan mengangkut hasil tebu memakai kereta lori karena dapat memuat lebih banyak. Oleh sebab itu, dibuatlah jalur rel lori, termasuk Jembatan Pelor, yang menghubungkan antara ladang tebu menuju pabrik," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 26 Maret 2026.

Dirinya menjelaskan, saat ini yang tersisa dan masih digunakan oleh masyarakat sebagai akses adalah bangunan Jembatan Pelor sisi utara. Sementara untuk sisi selatan, sudah tidak ada lagi wujud bangunannya.

"Jembatan Pelor ini terdiri dari dua bangunan, satunya melintasi Sungai Brantas dan sisi selatan melintasi Jalan Brigjen Slamet Riyadi. Namun, yang sisi selatan ini sudah tidak ada dan sekarang menjadi sebuah bangunan masjid," terangnya.

Diketahui, jalur lori biasanya berada di tepi ladang tebu. Untuk skema jalurnya, yaitu melintasi Jembatan Pelor lalu berbelok kanan ke Jalan Raung, Jalan Jakarta, lalu terus menuju Jalan Mergan Lori sebelum berbelok ke kanan di PG Kebon Agung.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Namun, Agung mengaku tidak tahu persis sejak kapan Jembatan Pelor mulai berubah fungsi, dari yang awalnya menjadi jalur lori hingga sekarang menjadi perlintasan sepeda motor.

"Kalau saya menduga, perubahan fungsi Jembatan Pelor terjadi pada periode antara tahun 1950 hingga 1957, di mana penggunaan lori di PG Kebon Agung tidak lagi ke arah utara, melainkan lebih banyak diarahkan ke arah selatan. Hal itu dikarenakan ladang tebu di area utara sudah berubah menjadi area permukiman," tandasnya.

Baca Sebelumnya

Layanan IGD JKN di Palembang, BPJS Kesehatan Tegaskan Akses Pasien Darurat Tak Boleh Terhambat

Baca Selanjutnya

Sirkuit Mandalika Jadi Magnet Sport Tourism, Diserbut Ribuan Wisatawan Saat Lebaran

Tags:

Jembatan Pelor Kota Malang HUT Ke-112 Kecamatan Klojen Agung buana Jalur Lori

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

15 April 2026 18:10

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

15 April 2026 15:45

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

15 April 2026 14:21

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

15 April 2026 11:14

Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Beber Kronologi Kematian Yai Mim, Dokkes Polresta Malang Kota Sempat Berikan Pertolongan Pertama

14 April 2026 21:20

Beber Kronologi Kematian Yai Mim, Dokkes Polresta Malang Kota Sempat Berikan Pertolongan Pertama

Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Resmi Hentikan Perkara Hukum

14 April 2026 20:03

Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Resmi Hentikan Perkara Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H