Ciamsi di Pesarean Gunung Kawi Jadi Ikhtiar Mencari Petunjuk, Terbuka untuk Semua Pengunjung

17 Juli 2026 11:00 17 Jul 2026 11:00

Thumbnail Ciamsi di Pesarean Gunung Kawi Jadi Ikhtiar Mencari Petunjuk, Terbuka untuk Semua Pengunjung

Para pengunjung mengikuti ritual ciamsi di kompleks Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Kamis (9/7/2026). Ritual tradisional Tionghoa ini dilakukan untuk mencari petunjuk dan nasihat melalui syair yang diperoleh dari batang bambu bernomor, serta terbuka bagi seluruh pengunjung tanpa memandang latar belakang agama maupun kepercayaan. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ciamsi menjadi salah satu daya tarik Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Tradisi yang berasal dari budaya Tionghoa ini menjadi salah satu cara mencari petunjuk, nasihat, maupun penguatan batin dalam menghadapi persoalan hidup.

Ritual ciamsi dilakukan di area Kelenteng Dewi Kwan Im yang berada dalam kompleks Pesarean Gunung Kawi. Menariknya, layanan tersebut terbuka bagi seluruh pengunjung tanpa memandang latar belakang agama maupun kepercayaan.

Petugas Pesarean Gunung Kawi dari Yayasan Ngesti Gondo, Supriyono, menjelaskan ciamsi merupakan ritual tradisional Tionghoa yang lazim dilakukan di kelenteng, vihara, maupun tempat ziarah.

"Tujuannya untuk mencari petunjuk, nasihat, atau ramalan nasib. Pengunjung terlebih dahulu berdoa sesuai dengan persoalan yang ingin ditanyakan, kemudian menggoyangkan tabung bambu berisi bilah-bilah kayu bernomor hingga satu bilah keluar," ujarnya.

Nomor yang keluar kemudian dicocokkan dengan lembaran syair yang telah disiapkan. Syair tersebut selanjutnya dijelaskan maknanya oleh petugas agar sesuai dengan persoalan yang sedang dihadapi pengunjung.

"Setelah itu petugas akan membantu menjelaskan arti syairnya. Kalau sudah selesai, pengunjung bisa memberikan derma seikhlasnya. Ada juga yang membawa minyak goreng sebagai bentuk sumbangan untuk menjaga agar nyala api di altar tetap menyala," katanya.

Layanan ciamsi di Pesarean Gunung Kawi dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.30 WIB.

Foto Lembaran syair yang berisi ramalan dan nasihat. Syair ini kemudian diterjemahkan oleh petugas di lokasi ciamsi. (Foto: Dendy/Ketik.com)Lembaran syair yang berisi ramalan dan nasihat. Syair ini kemudian diterjemahkan oleh petugas di lokasi ciamsi. (Foto: Dendy/Ketik.com)

Salah seorang pengunjung, Sri (bukan nama sebenarnya), mengaku mengikuti ritual ciamsi saat berlibur bersama keluarga pada masa liburan sekolah. Selain berwisata, ia ingin memperoleh petunjuk terkait persoalan ekonomi yang sedang dihadapinya.

"Saya ke sini untuk liburan karena anak sedang libur sekolah. Sekalian ingin mengetahui saran untuk masalah yang saya hadapi. Sekarang tahun ajaran baru, kebutuhan banyak, pengeluaran juga banyak," ujarnya.

Menurut Sri, hasil ciamsi yang diterimanya memberikan ketenangan dan semangat untuk menghadapi kondisi tersebut.

"Tadi dapat petunjuk yang cukup menenangkan hati. Setidaknya jadi lebih tenang dan ada semangat lagi untuk menjalani semuanya," tuturnya.

Tombol Google News

Tags:

gunung kawi Pesarean Gunung Kawi Sejarah Gunung Kawi Gunung Kawi Malang Ciamsi Ciamsi Gunung Kawi Info Malang Berita Malang