Kisah Bentoel dan Gunung Kawi, dari Ziarah yang Melahirkan Nama Salah Satu Merek Rokok Terbesar di Indonesia

17 Juli 2026 16:13 17 Jul 2026 16:13

Thumbnail Kisah Bentoel dan Gunung Kawi, dari Ziarah yang Melahirkan Nama Salah Satu Merek Rokok Terbesar di Indonesia

Gapura di Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Kesuksesan pabrik rokok Bentoel disebut tak lepas dari ilham yang didapatkan pendiri perusahaan tersebut kala berziarah di Gunung Kawi. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Nama Gunung Kawi selama puluhan tahun kerap dikaitkan dengan berbagai kisah yang berkembang di tengah masyarakat. Namun di balik beragam cerita tersebut, terdapat catatan sejarah yang menyebut kawasan ziarah di Kabupaten Malang itu pernah menjadi bagian dari perjalanan lahirnya salah satu merek rokok kretek terbesar di Indonesia, Bentoel.

Dalam buku Malang Kota Indah: Dulu, Kini, dan Nanti yang diterbitkan Humas Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang pada Maret 1980, diceritakan bahwa pasangan suami istri Ong Hok Liong dan istrinya memulai usaha rokok kretek secara sederhana di kawasan Pecinan Kecil, Kota Malang.

Awalnya, Ong Hok Liong berdagang beras, sementara sang istri berjualan sugi. Di sela aktivitasnya, Ong gemar bereksperimen mencampurkan tembakau dan cengkeh yang kemudian dibungkus menggunakan kulit jagung kering atau klobot. Rokok kretek klobot itu mulai diproduksi sekitar 1930.

Produksi dilakukan secara rumahan dengan bantuan beberapa pekerja yang melinting rokok di atas tikar. Rokok kemudian dikemas dalam kotak berisi enam batang dan dipasarkan dari rumah ke rumah. Saat itu harga rokok relatif murah karena tembakau belum dikenai pajak.

Buku tersebut juga mengisahkan asal-usul nama "Bentoel". Nama itu disebut muncul setelah Ong Hok Liong dan istrinya melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kawi. Dalam perjalanan tersebut mereka menemukan tanaman bernama bentoel dan kemudian menjadikannya sebagai merek rokok yang mereka produksi.

Sebelum menggunakan nama Bentoel, Ong sempat mengganti merek rokoknya beberapa kali, mulai dari Burung, Kendang, hingga Jeruk Manis. Nama Bentoel kemudian ditetapkan sebagai merek rokok sekitar 1935.

Usaha kecil tersebut berkembang pesat. Bentoel kemudian membuka cabang di Banyuwangi dan terus memperluas kapasitas produksi. Kepemimpinan perusahaan beralih kepada Lik Hock Soen pada 1947, kemudian diteruskan Sanusi pada 1961, dan Budhiwidjaja Kusumanegara pada 1967 yang mulai memodernisasi proses produksi dengan mesin semiotomatis hingga membuka jalan ekspor rokok kretek ke pasar internasional.

Menanggapi kisah tersebut, Staf Humas dan Media Pesarean Gunung Kawi, Ananda Fatma, tidak membantah bahwa Ong Hok Liong pernah berziarah ke Gunung Kawi.

Menurutnya, banyak tokoh penting pernah datang ke Pesarean Gunung Kawi. Namun, identitas maupun tujuan para peziarah merupakan ranah pribadi yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

"Memang banyak tokoh yang pernah datang ke Gunung Kawi. Tetapi kami tidak diperkenankan menyebarkan privasi para peziarah," ujar Ananda.

Ia menjelaskan, pengelola hanya memiliki pencatatan berupa buku tamu. Sementara doa, hajat, maupun maksud kedatangan peziarah hanya diketahui oleh pihak yang bersangkutan dan petugas yang memimpin doa.

"Kalau di sini misalnya ada yang memesan selamatan atau doa, itu hanya diketahui antara yang memesan dengan modin atau orang yang membacakan doa. Tidak dipublikasikan ke media atau masyarakat luas," katanya.

Tombol Google News

Tags:

gunung kawi Pesarean Gunung Kawi Sejarah Gunung Kawi Bentoel Ong Hok Liong Pabrik Rokok Bentoel Gunung Kawi Malang Info Malang Berita Malang