Atasi Serangan Hama di Malang, Mahasiswa UMM Ciptakan Smart Farming Bertenaga Surya

Jurnalis: Avirista Midaada
Editor: Aziz Mahrizal

1 Okt 2025 15:00

Thumbnail Atasi Serangan Hama di Malang, Mahasiswa UMM Ciptakan Smart Farming Bertenaga Surya
Mahasiswa Agribisnis UMM, Galih Raka menunjukkan inovasi Smart Farming 5.0 yang berfungsi mencegah hama tikus dan burung, Rabu, 1 Oktober 2025. (Foto: Aris/ketik)

KETIK, MALANG – Merebaknya serangan hama tikus dan burung di persawahan Desa Ampeldento, Kabupaten Malang, mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan solusi inovatif berupa teknologi smart farming.

Inovasi ini bertujuan mengatasi persoalan hama yang selama ini hanya ditanggulangi petani menggunakan cara-cara tradisional, seperti jebakan atau pestisida. Penggunaan pestisida yang berlebihan diketahui memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) UMM menggagas inovasi teknologi pertanian modern berupa Integrasi Smart Farming 5.0 berbasis SolarSonic IoT Guard. Solusi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk sektor pertanian.

Ketua Himagri UMM, Galih Raka Yudistira, mengatakan bahwa Smart Farming 5.0 itu merupakan teknologi yang diperuntukkan untuk membantu petani mengendalikan hama tikus dan burung secara efisien serta ramah lingkungan. Peralatan ini berbasis Internet of Things (IoT) dan diklaim mampu lebih efektif mengusir hama di sawah. Paling penting, inovasi ini tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

"SolarSonic IoT Guard bekerja otomatis dan dapat dikendalikan lewat aplikasi. Jadi, petani tidak perlu lagi bergantung pada cara konvensional yang kadang tidak efektif. Dengan teknologi ini, hasil panen diharapkan lebih aman dari serangan hama,” ungkap Galih Raka Yudistira, ditemui di UMM, Rabu, 1 Oktober 2025.

Produk ini dibekali empat komponen utama. Pertama, Raspberry sebagai mikrokontroler yang berfungsi mengatur sistem. Kedua, panel surya dan baterai yang menjadi sumber energi terbarukan, memungkinkannya beroperasi 24 jam penuh.

"Ketiga, kamera thermal yang mampu mendeteksi perbedaan suhu tubuh hama dengan lingkungan sekitar, dan terakhir speaker ultrasonik yang memancarkan gelombang suara khusus untuk mengusir hama tanpa merusak lingkungan," terangnya.

Menariknya, peralatan ini dioperasikan secara otomatis sepanjang hari dengan dukungan energi panel surya dan baterai, serta tidak memerlukan aliran listrik dari PLN. Pada malam hari, kamera thermal aktif untuk mendeteksi tikus, dan apabila terdeteksi, speaker pengusir tikus segera bekerja hingga pagi. 

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

"Sementara pada pagi hingga sore, sistem beralih ke mode pengusir burung, di mana speaker burung menyala secara periodik untuk menjaga sawah tetap aman," katanya.

Seluruh mekanisme berjalan mandiri, sehingga petani hanya perlu memantau data atau menyesuaikan volume melalui aplikasi IoT sesuai kebutuhan. Dimana datanya bisa terus diperbarui dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan.

“Sistem ini dirancang adaptif sehingga dapat diperbarui seiring waktu. Hal ini penting karena tikus merupakan hewan pintar yang mudah beradaptasi terhadap gangguan berulang, sehingga pola penyalaan maupun frekuensi suara dapat diubah agar efektivitas alat tetap terjaga dalam jangka panjang,” jelasnya.

Foto Proses pembuatan peralatan pencegah hama tikus dan burung kreasi mahasiswa UMM (Aris ketik)Proses pembuatan peralatan pencegah hama tikus dan burung kreasi mahasiswa UMM (Aris ketik)

Galih mengakui, pengoperasian alat ini tidaklah mudah dan menghadapi sejumlah kendala teknis. Kesulitan utama yang dihadapi adalah pengadaan komponen, sebab komponen-komponen tersebut sulit ditemukan di Malang sehingga harus dibeli dari luar daerah.

"Biayanya pengadaan komponen pun relatif tinggi pun. Selain itu, kami memerlukan waktu lebih untuk mempelajari integrasi sistem IoT, termasuk pemrograman image processing agar deteksi hama berjalan optimal," ujarnya.

Kendati demikian, kerja keras itu membuahkan hasil yang menjanjikan. Alat ini mampu menekan kerugian akibat hama, meningkatkan hasil panen, sekaligus lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan pestisida kimia. Manfaat program juga dirasakan mahasiswa.

Menurut Galih, keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan hingga monitoring menjadi pengalaman penting untuk melatih kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kemampuan manajerial. 

"Jadi kami belajar bagaimana berkolaborasi dengan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa ilmu yang mereka pelajari benar-benar bermanfaat secara nyata," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua BK DPRD Blitar Bantah Tuduhan Pertemuan Gelap dengan Oknum Anggota yang Terlibat Penelantaran Istri dan Anak

Baca Selanjutnya

Tersisa 121 Ribu Penganggur, Kang DS Berhasil Turunkan Angka Pengangguran Kabupaten Bandung Hingga 2 Persen

Tags:

Universitas Muhammadiyah Malang Teknologi IoT Inovasi mahasiswa Inovasi Pertanian UMM Smart Farming hama tikus malang

Berita lainnya oleh Avirista Midaada

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

24 Oktober 2025 19:01

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

24 Oktober 2025 18:55

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

24 Oktober 2025 18:47

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

24 Oktober 2025 05:51

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

24 Oktober 2025 05:15

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

23 Oktober 2025 15:22

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar