Kursi Kepala Bapenda Kota Malang Masih Kosong, DPRD Kota Malang: Bisa Diisi Sekda

21 Mei 2026 16:40 21 Mei 2026 16:40

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kursi Kepala Bapenda Kota Malang Masih Kosong, DPRD Kota Malang: Bisa Diisi Sekda

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyebut Plt Kepala Bapenda Kota Malang dapat diisi oleh Sekda Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono turut menyoroti kekosongan jabatan di kursi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Menurutnya jabatan tersebut dapat sementara dialihkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. 

Menurut Trio, Sekda Kota Malang merupakan Ketua dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sehingga memiliki kompetensi dalam menangani pendanaan Kota Malang. Terlebih hingga saat ini Pemerintah Kota Malang belum juga menunjuk Plt Kepala Bapenda. 

"Harusnya yang jelas pada saat ini dari PLT ya yang sesama eselon II. Kalau menurut saya, dihandle sendiri oleh Sekda, merangkap sebagai PLT Bapenda, mengingat pentingnya posisi ini, karena beliau kan sebagai Ketua TAPD," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Selain Sekda Erik, jabatan Plt Kepala Bapenda Kota Malang juga dapat diisi oleh ASN yang memiliki keahlian di bidang keuangan. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Subhan, juga dinilai berpotensi menduduki posisi tersebut. 

"Posisi ini kan kalau mau definitif agak sulit, karena tetap pasti Plt, kecuali nanti ada open bidding untuk posisi eselon II itu, ya atau Kepala Bapenda," katanya. 

Trio menekankan posisi Plt harus diisi oleh orang-orang yang setingkat dengan kepala dinas, atau minimal berada di satu tingkat di bawahnya. Mengingat tugas Kepala Bapenda cukup berat dalam menjaga keseimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Tapi kami minta, ya ini harus selevel kepala dinas mengingat pentingnya jabatan Kepala Bapenda. Karena ini termasuk yang menjadi tulang punggung keseimbangan ataupun Pendapatan Asli Daerah Kota Malang," jelasnya. 

Kepergian Handi Priyanto dari posisi Kepala Bapenda Kota Malang turut menjadi sorotan. Trio menilai di satu sisi pengangkatan Handi Priyanto sebagai Sekda Kota Semarang menunjukkan kualitas ASN Kota Malang. 

"Kalau secara positifnya, berarti kualitas ASN Kota Malang ini diakui. Artinya, di samping hal-hal lain itu, ya bersedia dan menerima. Tapi mungkin biasanya kan tidak mudah di daerahnya sana, karena saya pasti akan melihat ini toh bukan putra aslinya," sebut Trio. 

Namun di sisi lain, Kota Malang kehilangan salah satu ASN terbaiknya. Trio menilai kinerja Handi selama memimpin Bapenda Kota Malang cukup baik.

"Minusnya, Kota Malang ini kehilangan ASN terbaiknya. Ya kalau kita lihat, Pak Handi lumayan banyak prestasi, banyak terobosan ketika dia menjabat sebagai Bapenda ataupun Kepala Dinas yang lain," tuturnya. 

Kendati demikian, Trio mendorong agar Pemkot Malang tetap fokus pada kewajibannya mengawal tercapainya target PAD Kota Malang. Untuk itu pengganti untuk menempati posisi Kepala Bapenda Kota Malang pun harus segera ditemukan. 

"Termasuk ya kita minta sudah waktunya ini pemerintah segera melakukan pergeseran atau apa, karena sudah banyak ini ASN yang mau purna. Ini harus kerja cepat di tengah kondisi ekonomi saat ini, target pekerjaan, maupun pengelolaan keuangan kita yang menurut saya juga challenging," ungkap Trio. (*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Kota Malang Kota Malang Handi Priyanto Sekda Kota Semarang Kota Semarang