KETIK, MALANG – Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) menggandeng 24 sekolah dasar di Kota Malang untuk memperkuat program adiwiyata dan menanamkan pendidikan lingkungan sejak dini.
MoU dengan 24 sekolah dasar pun telah dilakukan di Departemen Ilmu Sosial dan Ekonomi Pertanian. Komitmen tersebut sekaligus mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kepala Departemen Ilmu Sosial dan Ekonomi Pertanian FBiPK UB, Fitria Dina Riana, menjelaskan, sinergi yang tercipta diharapkan dapat membangun kesadaran lingkungan para siswa.
“Ini merupakan sumber kebanggaan, tidak hanya bagi Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan, tetapi juga bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Implementasi pendidikan berkelanjutan pun diharapkan dapat menguat. Khususnya melalui pendampingan sekolah, penguatan literasi lingkungan, serta keterlibatan mahasiswa.
Dekan FBiPK UB, Prof Mangku Purnomo, menambahkan, pendidikan karakter penting bagi lingkungan sekolah dasar. Pengalaman belajar yang didapatkan selama sekolah memberikan pengaruh dalam membentuk cita-cita dan karakter.
“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui berbagai program yang melibatkan sekolah. Kami berharap anak-anak kita akan mengembangkan kecintaan yang lebih dalam terhadap lingkungan dan tanah air mereka sejak usia dini,” jelasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan, pendidikan lingkungan penting untuk menghadapi tantangan persampahan di Kota Malang. Terlebih Kota Malang menghasilkan 659 ton sampah setiap harinya.
“Kota Malang adalah kota pendidikan dengan populasi pelajar yang sangat besar. Tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi mengakibatkan produksi sampah mencapai sekitar 659 ton per hari. Ini merupakan tantangan besar bagi kita dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Program Adiwiyata dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pendidikan lingkungan dari lingkup sekolah. Para siswa diharapkan memahami pentingnya menjaga lingkungan.
"Melalui program Adiwiyata, anak-anak diajarkan cara membuang sampah dengan benar dan memahami pentingnya melindungi lingkungan. Namun, mengingat keterbatasan yang ada, kita perlu berkolaborasi dengan universitas. Oleh karena itu, kerja sama dengan UB sangat penting untuk memperkuat pendidikan lingkungan bagi siswa,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah FBiPK UB dalam menumbuhkan budaya pelestarian lingkungan berkelanjutan dari sekolah.
“Kami berharap tidak hanya warga kota yang memahami pentingnya melindungi lingkungan, tetapi juga generasi muda, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Dengan demikian, kesadaran akan pelestarian keberlanjutan Kota Malang dapat terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (*)
.png)