Sejarah Berdirinya Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Kota Malang, Berawal dari Kesetiaan Santri Setor Hafalan di Kontrakan Kyai Rouf yang Berpindah-pindah

11 Agustus 2026 09:19 11 Agt 2026 09:19

Moh. Faiz, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sejarah Berdirinya Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Kota Malang, Berawal dari Kesetiaan Santri Setor Hafalan di Kontrakan Kyai Rouf yang Berpindah-pindah

Santri Pesantren Tahfidz Bani Yusuf mengikuti kegiatan Khotmil Qur'an Kubro ke-13. (Foto: Faiz/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Cikal bakal Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Malang berawal dari pembinaan setoran hafalan Al-Qur'an para mahasiswa di Masjid At-Tarbiyah UIN Malang kepada KH Abd Rouf.

Setelah menikah, setoran hafalan para mahasiswa berlanjut di rumah kontrakan sang Kyai. Para mahasiswa yang biasa menyetorkan hafalan selalu hadir meskipun kontrakan pengasuhnya tersebut berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

"Nah, teman-teman yang awalnya setoran di UIN ke saya, di Masjid Tarbiyah, itu kemudian ikut pindah setoran ke kontrakan. Kemudian mereka membawa teman-temannya. Akhirnya waktu itu ada 4 mahasiswa yang setoran di kontrakan," ujar Kyai Rouf kepada Ketik.com.

Kegiatan setoran hafalan itu kemudian menarik perhatian masyarakat sekitar. Lokasi rumah kontrakan yang berada di dekat masjid membuat warga mengenal Kyai Rouf sebagai pengajar Al-Qur'an. Akhirnya yang mengaji tidak hanya mahasiswa, tapi juga masyarakat sekitar yang mulai menitipkan anak-anak mereka untuk belajar mengaji ke beliau.

"Karena dekat Perumahan Polinema, anak-anak dosen di sana juga ikut bergabung ngaji setiap ba'da Isya’," kenang Kyai Rouf.

Setelah masa kontrakan pertama berakhir, Kyai Rouf pindah bersama keluarganya ke rumah kontrakan di Perumahan Joyogrand Atas. Jarak rumah baru tersebut sekitar dua kilometer dari lokasi sebelumnya. Uniknya, Mahasiswa dan anak-anak dosen yang setoran di kontrakan lama ikut melanjutkan setoran hafalan di kontrakan barunya.

"Di situ ketambahan lagi kayak Mas Misbah dan lainnya, ada 6 anak yang setoran. Yang anak-anak Polinema tadi setoran ke atas juga diantar ibu umiknya setoran. Cuma seminggu tiga kali ngajinya." Jelasnya.

Aktivitas setoran hafalan tersebut menarik perhatian pengurus masjid sekitar, yang akhirnya ketua takmir menawarkan dua ruangan kosong sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa setorannya dan sebagai gantinya, mereka ikut membantu menjalankan tugas sebagai takmir masjid.

Melihat perkembangan tersebut, Mbah Nyai Hj. Sholihah Yusuf (Nenek dari Istri Abd. Rouf) bersama keluarga besar KH. Yusuf Cholil mulai menggagas pendirian pesantren agar para mahasiswa dan masyarakat yang belajar kepada beliau memiliki tempat bermukim sekaligus belajar secara lebih optimal. Keluarga kemudian berinisiatif mencarikan sebidang tanah sebagai lokasi pembangunan pesantren.

"Awalnya niat saya cuma bangun rumah lantai dua dulu. Karena lantai dua kosong, anak-anak yang setoran di masjid saya minta pindah ke sini. Hampir 5 tahun lantai dua rumah saya difungsikan untuk tempat tinggal santri," lanjutnya.

Perkembangan signifikan terjadi pada awal Ramadan 2016. Atas usulan santri generasi awal, Pesantren Tahfidz Bani Yusuf membuka pendaftaran santri baru untuk pertama kalinya. Dari sekitar 40 pendaftar, sebanyak 15 santri dinyatakan lolos seleksi dan menjadi angkatan pertama.

Momentum tersebut menjadi tonggak berdirinya Pesantren Tahfidz Bani Yusuf secara resmi. Hingga kini, pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Bani Yusuf terus berkembang sebagai lembaga pendidikan tahfidz yang membina dan mengkader para santri menjadi penghafal Al-Qur'an yang militan. (*)

Tombol Google News

Tags:

pondok pesantren santri NU Pesantren Tahfidz Bani Yusuf