KETIK, MALANG – Sudah tiga hari sejak tagar #TurunkanUKTUB bertengger di media sosial X sebagai bentuk protes mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) terhadap tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pasalnya biaya pendidikan bagi mahasiswa baru jalur SNBP 2024 tembus hingga 12 golongan dan menyentuh angka dua digit.
Dalam tagar tersebut para mahasiswa beramai-ramai mengunggah tangkapan layar terkait nominal UKT yang harus mereka bayarkan. Salah satunya datang dari pemilik akun @febasanna. Akibat tingginya UKT, orang tuanya terancam menjual rumahnya demi pendidikan sang anak.
Bahkan ketika mencoba untuk mengajukan banding, hanya dapat turun satu golongan UKT. Tak hanya membayar UKT, ia juga masih harus memikirkan biaya hidup ketika merantau nanti.
"ya Tuhan, nangis & sakit bgt baca chat dari papaku waktu dia tau kabar uktku, mamaku jg shock. bener2 nyesek liat reaksi mereka, banding pun hanya turun satu golongan doang belum lagi biaya hidup dimalang nanti & kakaku masih kuliah," tulisnya.
Keluhan juga datang dari pemilik akun @pjiesfav, ia mengunggah tangkapan layar pesan singkat terkait upayanya untuk mengajukan banding. Namun jika banding tersebut tak berdampak banyak, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari UB.
Niatnya itu sontak ditolak oleh sang kakak yang mengatakan akan mengupayakan agar ia tetap dapat berkuliah. Terlebih ia telah membayar uang kost yang akan ia tempati saat memulai kehidupannya sebagai calon mahasiswa.
"UB tolong aku juga mau kuliah aku mau sarjana #TurunkanUKTUB tolong setidaknya jangan asal tembak golongan, aku udah gapunya aset apa apa lagi yang bisa dijual untuk biaya ukt, biaya kos, biaya hidup sehari hari dan kuliah #TurunkanUKTUB ub aku snbp bukan mandiri," tulisnya.
Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Muhammad Ali Safaat menjelaskan mahasiswa yang mengalami kesulitan atau permasalahan di keuangan dapat meminta kebijakan khusus.
"Kebijakannya bisa bermacam-macam, bisa diberikan beasiswa, Badan Amil Zakat (Baziz), itu yang berada di bawah lembaga bisnisnya, zakat profesi 2,5 persen disetorkan ke Baziz, salah satu dialokasikan ke mahasiswa yang tidak mampu, sesuai persyaratan yang tidak mampu," ucapnya.(*)
Mahasiswa Universitas Brawijaya Terus Layangkan Protes Tingginya UKT
16 Mei 2024 10:17 16 Mei 2024 10:17
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Ilustrasi Universitas Brawijaya. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
UKT Mahal UKT UB Universitas Brawijaya TurunkanUKTUB UKT UB MahalBaca Juga:
Solidaritas Tanpa Batas! IMPALA UB Gelar UB Loop Run 50K, Alumni Turun GunungBaca Juga:
Mengenal Mind Matrix, Aplikasi Pendeteksi Kesehatan Mental untuk Pekerja Industri Garapan Dosen UBBaca Juga:
Alumnus Doktor Jepang dan Ahli Biologi Molekuler, Ini Profil Prof. Widodo Rektor Universitas BrawijayaBaca Juga:
Unjuk Gigi di Filipina, FTUB Paparkan Inovasi Pendidikan Teknik BerkelanjutanBaca Juga:
FKH UB Turunkan Ratusan Mahasiswa dan Puluhan Dosen untuk Periksa Hewan Kurban Jelang IduladhaBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
30 Mei 2026 14:23
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!
30 Mei 2026 13:25
Heboh di TikTok! Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Jadi Buruan Wisatawan Kuliner dari Berbagai Daerah
30 Mei 2026 12:15
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Hadirkan WTI di 2 Pasar
29 Mei 2026 15:50
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran
29 Mei 2026 15:40
Momen HLUN 2026, Pemprov Jatim Guyur Bantuan Jaminan Hidup hingga Rp108 Miliar untuk Lansia
29 Mei 2026 14:40
Cabai Rawit Naik Gila-Gilaan, Gubernur Khofifah Minta Kota Malang Kompak Tekan Inflasi
Trending
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
