Belajar Solusi Energi Alternatif, Siswa SD di Malang Diajak Mengolah Limbah Kertas dan Daun Kering Jadi Briket

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dendy Ganda Kusumah

2 Mar 2026 20:16

Thumbnail Belajar Solusi Energi Alternatif, Siswa SD di Malang Diajak Mengolah Limbah Kertas dan Daun Kering Jadi Briket
Pelajar SD Katolik Santa Maria II Kota Malang saat belajar mengolah limbah kertas dan daun kering menjadi briket, Senin, 2 Maret 2026 (Foto : Kukuh / Ketik.com)

KETIK, MALANG – Untuk mengenalkan solusi energi alternatif kepada generasi muda, pelajar kelas IV dan V SD Katolik Santa Maria II Malang yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Jurnalistik belajar mengolah limbah kertas dan daun kering menjadi briket, Senin, 2 Maret 2026. 

Sebelum praktik dimulai, pembina ekstrakurikuler, Catur Riyanti, menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut. Menurutnya, banyak daun kering di lingkungan sekolah serta limbah kertas yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, harga gas yang terus naik serta kondisi ekonomi yang lesu, ditandai dengan melemahnya daya beli masyarakat, mendorong perlunya pemanfaatan energi alternatif yang mudah didapat dan digunakan.

“Salah satu solusinya adalah mengolah limbah kertas dan daun kering menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Selain mudah didapat, caranya juga cukup mudah,” jelasnya.

Baca Juga:
UAS: Keteladanan Orang Tua, Kunci Anak Cintai Allah

Alat dan bahan yang diperlukan antara lain alat cetak, penumbuk dan tempat tumbuk (lumpang), sendok, pipa paralon, saringan, serta mangkuk. Adapun bahan yang digunakan meliputi daun kering, kertas bekas, dan lem kanji sebagai perekat.

“Daun kering ditumbuk hingga halus, kemudian disaring agar menghasilkan butiran yang lebih lembut. Selanjutnya, kertas bekas yang telah direndam semalaman ditumbuk hingga menjadi bubur kertas,” tambahnya.

Bubur kertas, daun kering halus, dan lem kanji kemudian dicampur hingga merata. Adonan yang sudah tercampur dimasukkan ke dalam cetakan lalu ditekan hingga padat.

Tahap berikutnya adalah proses pengeringan briket. Setelah kering, hasilnya diuji melalui uji pembakaran untuk mengetahui kualitas nyala api.

Baca Juga:
Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

“Khusus bahan kertas, siswa memungut kertas dari tempat sampah di lingkungan sekolah serta kertas bekas dari bagian tata usaha. Selain mengenalkan siswa pada energi alternatif, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Katolik Santa Maria II Malang, Sr. Marsiana, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendidik, tetapi juga mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan.

“Anak-anak belajar peduli lingkungan sekaligus berpikir kreatif dalam mencari solusi atas tantangan ekonomi. Inilah pendidikan yang membentuk karakter,” ungkapnya.

Salah satu peserta, siswi kelas V A, Jenni Herwanto, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang karena bisa membuat briket dari daun kering dan kertas bekas. Ternyata bahan yang sering kita anggap sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat. Saya juga jadi lebih peduli menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025

Baca Selanjutnya

Trijanto Sentil 70 Penghargaan Pemkot Blitar, Jangan Sampai Hanya Jadi Kosmetik Birokrasi

Tags:

SD Santa Maria II Kota Malang briket Pelajar

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Melihat Trend Modifikasi Motor di Tahun 2026, Cafe Racer dan Scrambler Makin Digandrungi

19 April 2026 16:46

Melihat Trend Modifikasi Motor di Tahun 2026, Cafe Racer dan Scrambler Makin Digandrungi

Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

19 April 2026 15:07

Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

Audiensi di Polresta Malang Kota, YKTK dan KKJ Tolak Laga Arema VS Persebaya di Kanjuruhan

17 April 2026 16:24

Audiensi di Polresta Malang Kota, YKTK dan KKJ Tolak Laga Arema VS Persebaya di Kanjuruhan

Dukung Penerapan Perda Parkir, Satlantas Polresta Malang Kota Siap Bersinergi Atasi Parkir Liar

17 April 2026 15:23

Dukung Penerapan Perda Parkir, Satlantas Polresta Malang Kota Siap Bersinergi Atasi Parkir Liar

Polresta Malang Kota Gelar Makan Bersama Gratis, 500 Porsi Ludes Diserbu Warga

17 April 2026 14:59

Polresta Malang Kota Gelar Makan Bersama Gratis, 500 Porsi Ludes Diserbu Warga

Sosok Vulla Hendrata, Builder Kota Malang yang Mendunia lewat Karya Kustom Motor Matik Arjuno

16 April 2026 19:00

Sosok Vulla Hendrata, Builder Kota Malang yang Mendunia lewat Karya Kustom Motor Matik Arjuno

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend