Lestarikan Budaya Tradisional, Perajin Batik di Kota Malang Telurkan Motif Tumpal Candi Malang

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Fisca Tanjung

23 Mar 2026 09:23

Thumbnail Lestarikan Budaya Tradisional, Perajin Batik di Kota Malang Telurkan Motif Tumpal Candi Malang
Perajin batik Yuharsita saat menunjukkan motif tumpal Candi Malang yang diwujudkan ke dalam kain selendang, Selasa, 17 Maret 2026 (Foto : Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebagai bentuk melestarikan budaya tradisional, perajin batik di Kota Malang menciptakan motif baru yang dinamakan motif tumpal Candi Malang.

Perajin sekaligus pemilik Bengkel Batik yang terletak di Jalan Danau Limboto Timur Dalam, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Yuharsita, menuturkan, ide awal di balik pembuatan motif ini bertujuan untuk mengangkat kekayaan sejarah lokal.

Motif tumpal yang memiliki makna filosofis sebagai penolak bala, diberi tambahan corak yang terinspirasi dari relief di candi-candi sekitar Malang yaitu Candi Jago maupun Candi Kidal.

"Motif tumpal ini memiliki makna sebagai penolak bala. Sekaligus kami juga ingin memunculkan khas Malangan, utamanya candi-candi yang ada di Malang," terangnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Untuk motif tumpal Candi Malang ini sendiri, berbentuk segitiga dan bagian dalamnya dihiasi dengan bentukan teratai. Dan motif ini memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, karena mengarah kepada gaya klasik serta berpakem aturan tradisional.

"Untuk kendalanya, kami berusaha menyamakan dengan bentukan candinya. Sehingga ini harus menuntut ketelitian tinggi bagi pencanting," ungkapnya.

Karya motif tumpal Candi Malang ini diterapkan ke dalam kain selendang atau sampur berukuran 2,75 meter x 50 sentimeter. Untuk proses pembuatan satu selendang, membutuhkan waktu sekitar tiga hari.

Dalam proses produksinya, ia juga dibantu oleh tiga rekan pembatik dan tiga siswa magang dari SMK Negeri 5 Kota Malang.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

"Untuk harga satu selendang motif tumpal candi Malang ini, dibanderol Rp150 ribu hingga Rp200 ribu," tambahnya.

Yuharsita mengaku, sebelumnya juga telah menghasilkan berbagai motif batik yang mengangkat berbagai jenis ikon Malang. Seperti topeng Malangan, Tugu Malang hingga motif yang terinspirasi dari sejarah wilayah Sawojajar.

"Lewat motif tumpal Candi Malang ini, kami berharap tidak hanya digunakan untuk menari saja. Melainkan juga bisa dipakai untuk busana serta dapat diterima luas oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Lebih Separuh Penduduk Indonesia Diperkirakan Mudik pada Idulfitri 2026

Baca Selanjutnya

Ledakan Saat Tarawih di Masjid Jember, Jemaah Panik dan Satu Korban Alami Gangguan Pendengaran

Tags:

Batik Motif Tumpal Candi Malang Perajin Batik Tradisional malang

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

13 April 2026 19:47

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

13 April 2026 18:12

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

13 April 2026 17:11

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

13 April 2026 16:36

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

13 April 2026 13:51

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

12 April 2026 21:12

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar