KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Studium Generale untuk membahas tantangan dan penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia, Jumat 20 Desember 2024. Dalam kegiatan tersebut Unisma mengundang Ketua Komisi Yudisial (KY) RI, Amzulian Rifai.
Rektor Unisma, Prof Junaidi menjelaskan kehadiran Ketua KY menjadi kehormatan bagi kampus bernafaskan Nahdlatul Ulama (NU) itu. Terlebih hari ini merupakan kedatangan Amzulian Rifai yang kedua kalinya ke Unisma setelah sebelumnya datang sebagai Ketua Ombudsman RI.
"Setelah kedatangan beliau di beberapa kegiatan, mudah-mudahan sebagai ketua KY bisa mempererat hubungan Unisma dengan KY," ujar Prof Junaidi.
Kedatangan Amzulian Rifai juga sebagai bentuk menjali kerja sama antara Unisma dengan Komisi Yudisial. Saat ini dokumen MoU keduanya masih dalam penyusunan untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti.
Prof Junaidi menyebut, Unisma memiliki Pusat Studi Anti Korupsi yang dipandegani oleh beberapa dosen Fakultas Hukum (FH). Ia berharap setelah kerjasama terealisasi, Pusat Studi Anti Korupsi Unisma dapat mengambil peran dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia.
"Kami ada Pusat Studi Anti Korupsi yang bisa aktif mengambil peran dalam rangka tindaklanjut kerjasama Unisma dan KY," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KT RI, Amzulian Rifai menjelaskan salah satu efek dari korupsi ialah kemiskinan dan ketidaksejajaran. Terlebih kekayaan alam yang ada di Indonesia hanya dimiliki oleh pihak-pihak tertentu.
"Efeknya juga ada orang yang kebal hukum. Orang yang punya uang, kekuasaan, kemungkinan akan lolos dari proses hukum," ujarnya.
Terdapat beberapa alternatif solusi yang dapat dilakukan, salah satunya mengakhiri pihak-pihak yang kebal terhadap hukum. Saat ini pemerintah tengah memulai upaya tersebut meskipun terdapat kecenderungan untuk membuat sebuah kasus viral terlebih dahulu, baru ditindaklanjuti.
"Selanjutnya pembaharuan reformasi di bidang administrasi dan manajemen keuangan. Ini sudah banyak dilakukan di negara kita," tuturnya. (*)
Datangkan Ketua Komisi Yudisial RI, Unisma Bahas Tantangan Penegakan Hukum Tipikor
20 Desember 2024 19:35 20 Des 2024 19:35
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Prof Junaidi bersama Ketua Komisi Yudisial RI. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
anti korupsi Penindakan Korupsi UNISMA Universitas Islam Malang Ketua Komisi Yudisial RI KY RI Komisi YudisialBaca Juga:
Sambut Mahasiswa Baru, Unisma Kenalkan 17 SDGs dan Pengabdian MasyarakatBaca Juga:
Miliki Tekad untuk Terus Belajar, Unisma Kunjungi Kediaman Maba Difabel di MojokertoBaca Juga:
Unisma Beri Beasiswa UKT Bagi Pemenang Voli Lustrum IX, Dukung Talenta MudaBaca Juga:
Unisma Kirim Tim Kesehatan dan Media Publikasi Sukseskan Muktamar ke-35 NU di JombangBaca Juga:
LANDEP Resmikan Pos Ronda Berintegritas Jadikan Warga Garda Terdepan Lawan Korupsi dan PenyimpanganBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
13 Oktober 2026 16:15
Kurang Dilirik Wisatawan, Sisi Utara Kayutangan Heritage Dinilai Butuh Pemantik
13 Oktober 2026 16:00
Karhutla Belum Usai, Pakar UB Desak Pemerintah Transparan dan Buka Mata atas Keluhan Rakyat
13 Oktober 2026 15:19
Bergantung Musim Hujan, 70 Hektare Lahan Cabai di Kota Malang Mulai Olah Lahan
13 Oktober 2026 13:33
Sibuk Membela Diri, Pakar UB Sesalkan Pemerintah Tak Bijak Atasi Karhutla
12 Oktober 2026 18:25
Bercita-cita Jadi Mantri Hewan, Mahasiswa UB Ini Sisihkan Uang KIP Kuliah untuk Ternak Kambing
