Mengenal Ruhana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia yang Bergelar Pahlawan Nasional

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Rahmat Rifadin

24 Mar 2026 10:00

Headline

Thumbnail Mengenal Ruhana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia yang Bergelar Pahlawan Nasional
Sosok Ruhana Kudus, jurnalis perempuan pertama di Indonesia dan bergelar pahlawan nasional. (Foto: Wikipedia)

KETIK, MALANG – Ruhana Kudus merupakan jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ia juga merupakan penggerak kaum perempuan khususnya yang ada di daerah asalnya, Koto Gadang Sumatera Barat. 

Pada tahun 2019, Ruhana Kudus akhirnya meraih gelar sebagai pahlawan nasional. Setelah diusulkan sejak 2018 oleh Pemerintah Sumatera Barat, akhirnya Presiden Joko Widodo menetapkan gelar pada 9 September 2019.

Ruhana lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, pada 20 Desember 1884. Ayahnya merupakan seorang Hoofd Djaksa (Kepala Jaksa) pada Pemerintah Hindia Belanda yakni Moehammad Rasjad Maharadja Sutan, sedangkan ibunya bernama Kiam.

Kegemarannya dalam membaca telah ditunjukkan sejak kecil. Tak heran, ia lahir di keluarga moderat. Bahkan pada usia 5 tahun, Ruhana sudah mampu mengenal abjad latin, Arab, dan Arab Melayu tanpa sekolah formal, berkat didikan ayahnya. 

Baca Juga:
Unitri Kembali Ajukan Ali Sastroamidjojo Menjadi Pahlawan Nasional

Atas perhatian besarnya terhadap nasib perempuan, ia mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia. Sekolah tersebut untuk mengajarkan keterampilan bagi perempuan akibat ketimpangan hak meraih pendidikan bagi perempuan pada masa itu.

Hasrat perjuangan Ruhana kembali disalurkan agar perempuan diberikan kesempatan pendidikan yang sama seperti laki-laki. Ia ingin perempuan di daerahnlain ikut merasakan ilmu pengetahuan. 

Maka bersuratlah ia kepada Datuk Sutan Maharadja, Pemimpin Redaksi Oetoesan Melajoe di Padang. Dalam surat itu, ia memberikan usulan agar surat kabar itu memberi ruang bagi perempuan menulis. 

Tersentuh, Maharadja akhirnya menghampiri Ruhana. Kesempatan itu ia manfaatkan agar Oetoesan Melajoe menerbitkan surat kabar khusus perempuan.

Baca Juga:
Desakan Gelar Pahlawan Nasional untuk Wartawan Udin Bernas di HPN 2026

Setelah berdiskusi panjang, dihasilkan pembagian tugas yakni Ratna Juwita Zubaidah, anak Maharadja mengurus keperluan redaksi di Padang. Sedangkan Ruhana mencari kontributor untuk mengisi rubrik. 

Surat kabar itu bernama Soenting Melajoe, surat kabar untuk perempuan di seluruh tanah Melayu. Surat kabar ini disebar tak hanya di hampir seluruh Minangkabau dan Sumatera namun sampai ke Malaka dan Singapura. 

Ruhana juga mengajak anak didiknya menulis do Soenting Melajoe. Ruhana turut menerjemahkan berita dari bahasa Belanda. Namun baik Ruhana dan Ratna Juwita, keduanya tetap bertugas menulis di setiap edisi. 

Ruhana juga memimpin redaksi Perempuan Bergerak ketika pindah ke Medan pada 1920. Ketika kembali ke Minangkabau, ia diangkan menjadj redaktur surat kabar Radio pada 1924.

Melalui tulisannya, Ruhana aktif menyuarakan dan mendorong kemajuan perempuan. Ia sempat mengkritik praktik pergundikan Belanda atas perempuan Indonesia, dan lainnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sorgum, Solusi Pangan Tangguh di Tengah Ancaman Kemarau Kering 2026

Baca Selanjutnya

Pantauan Arus Mudik H-6 di Tol Kendal, Volume Kendaraan Mulai Meningkat

Tags:

Ruhana Kudus Roehana Koeddoes Jurnalis Perempuan Pertama pahlawan nasional Jurnalis Perempuan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

16 April 2026 20:36

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

16 April 2026 20:23

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

16 April 2026 19:44

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

16 April 2026 19:16

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

16 April 2026 18:38

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

16 April 2026 18:27

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H