KETIK, MALANG – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan taringnya di kancah pendidikan tinggi nasional. Di balik itu semua, terdapat sosok visioner yaitu Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes atau yang akrab disapa Cak Hasan.
Setelah dilantik menjadi Rektor UNESA sejak tahun 2022 lalu, Cak Hasan telah memberikan banyak transformasi dan perubahan signifikan. Mengusung slogan atau tagline 'UNESA Satu Langkah di Depan, ia sukses menerapkan gaya kepemimpinan yang berfokus pada inovasi, restrukturisasi, dan pencapaian target global yang ditandai dengan perubahan status kampus menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Slogan tersebut diwujudkan dengan berbagai program nyata diantaranya meningkatkan kualitas dosen dan peneliti melalui program S2/S3 dan mewajibkan hadirnya kelas internasional di setiap prodi, mendorong mahasiswa secara masif untuk lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta mengharuskan dosen dan mahasiswa produktif melahirkan publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus.
Berkat transformasi menyeluruh tersebut, UNESA berhasil mencetak rekor dengan menduduki Peringkat 17 Nasional dan 601+ Asia versi Times Higher Education (THE) Asian University Ranking 2024 dan merupakan capaian signifikan dibandingkan tahun 2023 lalu yang berada di posisi 21 nasional. Bahkan, Cak Hasan menargetkan UNESA untuk menembus jajaran 500 kampus top dunia.
Di bidang non akademik, UNESA juga konsisten mencetak atlet berbakat. Salah satunya adalah Marselino Ferdinan yang menjadi andalan Timnas Indonesia di berbagai kompetisi sepak bola internasional.
Selanjutnya, ia juga menanamkan mindset entrepreneurship kepada seluruh civitas akademika UNESA dan mengharuskan mempunyai karya atau produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan lewat penambahan mata kuliah kewirausahaan dan memperbanyak kerjasama dengan mitra usaha dan industri.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Cak Hasan tidak hanya mengubah struktur dan proses organisasi. Tetapi juga merevitalisasi nilai dan semangat civitas akademika melalui pendekatan multidisipliner. (*)
