Kisah Panjang Panito Bos Exindo 57, Dari Rp7 Ribu Sehari hingga Bangun Bisnis Ratusan Miliar

2 Mei 2026 13:16 2 Mei 2026 13:16

Rosa Dwi E., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kisah Panjang Panito Bos Exindo 57, Dari Rp7 Ribu Sehari hingga Bangun Bisnis Ratusan Miliar

Panito (kanan), sukses mengubah perjalanan hidupnya, dari kuli bangunan menjadi pebisnis dengan aset ratusan miliar. (Foto: Instagram @redjocell.nganjuk)

KETIK, MALANG – Dari upah harian yang hanya Rp7 ribu, kini mampu membangun bisnis bernilai ratusan miliar. Perjalanan itu bukan hasil instan, melainkan proses panjang yang dimulai dari kehidupan sederhana di pelosok Nganjuk.

Direktur Utama PT Exindo Group, H. Panito, S.E., merupakan putra daerah asal Desa Sugiwaras, Kecamatan Mulyu. Ia lahir dari keluarga petani dengan kondisi ekonomi terbatas. Setelah lulus kuliah jurusan ekonomi pada 1996, hidupnya tidak langsung berjalan mulus karena kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya lulus kuliah tahun 1996, terus kemudian ke sana ke mari belum ada pekerjaan yang pasti. Sampai tahun 1999 saya merantau ke Kalimantan,” kata Panito.

Keputusan merantau itu menjadi titik awal perjalanan hidupnya. Di Kalimantan, ia memulai dari nol sebagai kuli bangunan dengan pekerjaan fisik yang berat dan upah yang sangat minim.

“Ingat, saya waktu itu jadi kuli, gaji saya hariannya Rp7 ribu, sampai naik-naik menjadi Rp11 ribu pada 1999," kenangnya.

Namun, dari kondisi tersebut, Panito tidak hanya bertahan, tetapi juga belajar. Ia memahami dunia proyek secara langsung hingga akhirnya dipercaya menjadi mandor, lalu berkembang menjadi pemborong kecil.

Perjalanan hidupnya berlanjut saat ia pindah ke Banjarmasin dan bergabung dalam koperasi. Dari pengalaman itu, ia mulai memahami sistem usaha dan memperluas jaringan yang dimilikinya. Hingga pada 2015, ia memutuskan untuk memulai usaha sendiri bersama rekan-rekannya.

Foto Armada bus pariwisata Exindo 57 milik pengusaha asal Nganjuk, Panito, yang berkembang dari usaha kecil menjadi jaringan bisnis tanpa utang. (Foto: Panito Exindo)Armada bus pariwisata Exindo 57 milik pengusaha asal Nganjuk, Panito, yang berkembang dari usaha kecil menjadi jaringan bisnis tanpa utang. (Foto: Panito Exindo)

“Exindo Group itu membawahi dua badan hukum usaha, yaitu KSP Exindo Jaya Mandiri dan PT Exindo Wiratantra Perkasa. KSP ini memiliki 42 cabang di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sedangkan PT Exindo Wiratantra Perkasa mengelola PO Exindo 57,” Panito mengungkapkan.

Sejak saat itu, usaha yang dirintisnya berkembang secara bertahap. Ia menjalankan strategi memutar hasil usaha untuk membuka cabang baru sehingga bisnisnya tumbuh tanpa bergantung pada pinjaman.

Kini, Exindo Group berkembang menjadi perusahaan yang menaungi berbagai sektor usaha, mulai dari koperasi, transportasi bus pariwisata, hingga konstruksi dan perhotelan. Jaringan usahanya telah memiliki puluhan cabang dan terus berkembang di berbagai daerah.

Salah satu proyek besar yang tengah dikembangkan bahkan memiliki nilai investasi mencapai Rp132 miliar. Seluruh proses pembangunan tersebut dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada utang, sesuai dengan prinsip yang ia pegang sejak awal merintis usaha.

Selain fokus pada pengembangan bisnis, Panito juga membawa misi sosial. Ia berupaya memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun pembangunan fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara luas.

Dengan jumlah karyawan yang terus bertambah, usahanya kini menjadi salah satu penopang ekonomi bagi banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis yang dibangun tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan.

Kisah Panito menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, dan ketekunan untuk mencapai hasil tersebut. Dari seorang kuli bangunan dengan upah harian, kini ia menjelma menjadi pengusaha dengan jaringan bisnis yang luas dan terus berkembang.

Tombol Google News

Tags:

Pt Exindo Group Exindo 57 Panito Crazy Rich Nganjuk Bus Exindo 57 info nganjuk Berita Nganjuk